Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenperin Perkuat Kerja Sama dengan Xiaomi, Dorong Produksi Tablet dan Kendaraan Listrik di Indonesia
Oleh : Redaksi
Selasa | 14-10-2025 | 10:28 WIB
Menperin-Xiomi.jpg Honda-Batam
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengadakan pertemuan bilateral dengan Associate Government Affairs Director Xiaomi, Jon Dove, di Shanghai, Tiongkok, Jumat (10/10/2025). (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) terus memperluas kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi global, termasuk Xiaomi Communications Co., Ltd. dari Tiongkok, guna memperkuat arus investasi dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor manufaktur elektronik.

Langkah ini diyakini akan mempercepat penguatan struktur industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengadakan pertemuan bilateral dengan Associate Government Affairs Director Xiaomi, Jon Dove, di Shanghai, Tiongkok, Jumat (10/10/2025).

Pertemuan itu juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto, Dirjen ILMATE Setia Diarta, serta perwakilan PT Xiaomi Technology Indonesia yaitu Zhao Wentao (Managing Director) dan Tel Lee (Product Certification Manager).

Dalam pertemuan tersebut, Menperin Agus menyampaikan apresiasi atas kontribusi Xiaomi dalam pengembangan industri elektronik nasional, khususnya pada segmen smartphone dan televisi. "Xiaomi telah menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok industri elektronik nasional. Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi komitmen Xiaomi yang terus menanamkan investasi dan mengembangkan lini produknya di Indonesia," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Agus mengungkapkan pemerintah mendukung penuh rencana Xiaomi memproduksi tablet secara lokal untuk memperkuat kapasitas industri dalam negeri. "Kami mendorong Xiaomi agar segera menyampaikan business plan lima tahun ke depan guna merealisasikan rencana investasi baru di Indonesia. Rencana itu diharapkan mencakup strategi pengembangan fasilitas produksi, baik secara mandiri maupun dengan mitra lokal," jelasnya.

Selain sektor elektronik konsumen, Menperin Agus juga menyoroti peluang investasi Xiaomi di bidang kendaraan listrik (EV). "Kami mengetahui bahwa Xiaomi telah meluncurkan kendaraan listrik berperforma tinggi, Xiaomi SU7. Kami mendorong agar Xiaomi menjajaki peluang investasi pada sektor kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Ini akan memperkuat ekosistem industri hijau nasional dan memperkaya pilihan kendaraan bagi masyarakat," tambahnya.

Diketahui, Xiaomi Communications Co., Ltd. merupakan perusahaan teknologi multinasional asal Tiongkok yang berdiri sejak 2010 dan berbasis di Beijing. Perusahaan ini bergerak di bidang elektronik konsumen, manufaktur cerdas, dan Internet of Things (IoT).

Hingga 2025, Xiaomi telah menanamkan investasi senilai Rp3 triliun di Indonesia untuk produksi smartphone, tablet, dan televisi. Berdasarkan data kuartal II 2025, Xiaomi menguasai 21 persen pangsa pasar smartphone nasional, menjadikannya salah satu merek unggulan di Tanah Air.

"Investasi Xiaomi berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi, serta memperkuat daya saing industri elektronik nasional. Hal ini sejalan dengan visi Making Indonesia 4.0 yang menempatkan sektor elektronika sebagai salah satu prioritas utama," tutup Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Editor: Gokli