Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Ekspor Otomotif Dunia, Toyota Cetak 3 Juta Unit Ekspor
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 10-10-2025 | 15:28 WIB
Otomotif-RI.jpg Honda-Batam
Perayaan pencapaian monumental PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil mengekspor 3 juta unit kendaraan ke lebih dari 100 negara sejak 1987. (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Karawang - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan Indonesia siap memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi dan ekspor otomotif dunia.

Hal ini disampaikan saat menghadiri perayaan pencapaian monumental PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil mengekspor 3 juta unit kendaraan ke lebih dari 100 negara sejak 1987.

Airlangga menyampaikan, di tengah dinamika ekonomi global, sektor otomotif masih menunjukkan daya tahan kuat dan menjadi penopang penting bagi perekonomian nasional. Berdasarkan data global, penjualan kendaraan baru dunia pada 2024 mencapai 92,5 juta unit, di mana kendaraan konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) masih mendominasi dengan pangsa 80,8% atau sekitar 74,7 juta unit.

Untuk kawasan ASEAN, total penjualan pada 2024 tercatat 3,15 juta unit, dan diperkirakan meningkat menjadi 3,34 juta unit pada 2030. Di Indonesia sendiri, produksi kendaraan mencapai 1,2 juta unit dengan pasar domestik mendekati 1 juta unit.

"Kami rasa perlu meningkatkan penetrasi mobil produksi nasional di pasar global. Tahun lalu, ekspor mobil Indonesia mencapai USD 6 miliar. Periode Januari-Agustus 2025 saja, ekspor roda empat telah menembus 375 ribu unit, dan Gaikindo menargetkan 500 ribu unit hingga akhir tahun," ujar Airlangga dalam acara 'Tiga Juta Ekspor bagi Indonesia, Perjalanan Tumbuh Bersama Membangun Kesejahteraan Bangsa' di Karawang, Kamis (9/10/2025).

Toyota Cetak 3 Juta Unit Ekspor, Bukti Daya Saing Indonesia

Capaian ekspor 3 juta unit kendaraan oleh TMMIN menjadi tonggak penting industri otomotif nasional. Ekspor tersebut menjangkau berbagai negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin. Sejak ekspor perdana ke Brunei Darussalam pada 1987, produk buatan Indonesia kini telah dipasarkan di lebih dari 100 negara.

"Ini bukti nyata daya saing Indonesia di kancah global. Presiden Prabowo Subianto juga aktif membuka pasar baru, salah satunya melalui aksesi Indonesia ke blok perdagangan CP-TPP. Dengan bergabungnya Indonesia, kita memiliki peluang besar memperluas ekspor ke Meksiko, yang sebelumnya menerapkan kuota perdagangan," jelas Airlangga.

Industri Otomotif Beri Dampak Ekonomi Luas

Rata-rata produksi mobil Toyota Indonesia mencapai 300 ribu unit per tahun, didukung oleh ekosistem industri dalam negeri yang kuat. Rantai pasok melibatkan sekitar 540 pemasok tier 2 dan 240 pemasok tier 1, termasuk industri baja, kaca, plastik, ban, dan komponen otomotif.

Kontribusi sektor alat angkutan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2024 mencapai 1,4%, dengan dampak ekonomi luas hingga 6% melalui industri turunan seperti leasing, dealer, hingga layanan purna jual (after sales).

"Target ini diharapkan mampu menciptakan 100 ribu lapangan kerja langsung dan lebih dari 1 juta lapangan kerja tidak langsung, serta menambah kontribusi ekonomi sebesar USD 25 miliar," ungkap Airlangga.

Kuasi Teknologi Masa Depan: AI dan Semikonduktor Jadi Kunci

Airlangga juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) dalam menghadapi transformasi industri otomotif global. Diperkirakan 90% mobil baru dunia pada 2025 akan dilengkapi fitur AI terintegrasi, terutama pada sistem Advanced Driver-Assistance Systems (ADAS) yang memiliki potensi pasar hingga USD95 miliar secara global pada 2030.

"Presiden juga menugaskan agar ekosistem semikonduktor terus dikembangkan. Saat ini sudah ada beberapa produsen di Indonesia, salah satunya Infineon. Penguatan sektor ini menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen teknologi otomotif masa depan," tegas Airlangga.

Sinergi Pemerintah dan Industri untuk Indonesia Maju

Pemerintah bersama pelaku industri otomotif berkomitmen terus memperkuat daya saing nasional, memperluas pasar ekspor, dan mendorong hilirisasi industri dalam negeri. Langkah ini diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai pasok otomotif global.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, serta jajaran eksekutif Toyota, termasuk CEO Toyota Motor Corporation Koji Sato, CEO Toyota Motor Asia Masahiko Maeda, dan Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto.

Editor: Gokli