Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

AI Tak akan Pernah Gantikan Jurnalisme Berkualitas
Oleh : Redaksi
Kamis | 09-10-2025 | 10:08 WIB
LMS-2025.jpg Honda-Batam
Local Media Summit 2025 di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025). (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria, menegaskan jurnalisme berkualitas tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ia menilai kemampuan berpikir kritis, etika, dan empati manusia merupakan benteng terakhir dalam menjaga kualitas informasi publik di tengah masifnya penggunaan teknologi di ruang redaksi.

"Good journalism itu diramu oleh tiga elemen penting: critical thinking, keterampilan, dan etika. Kalau kemampuan berpikir kritis ini tergerus oleh penggunaan AI, itu bahaya serius bagi jurnalisme berkualitas," ujar Nezar saat berbicara dalam Local Media Summit 2025 di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).

Nezar menyoroti hasil riset Thomson Reuters Foundation berjudul Journalism in the AI Era, yang menunjukkan bahwa 80 persen media di negara berkembang telah menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari. Namun, hanya 13 persen yang memiliki panduan resmi mengenai penggunaan teknologi tersebut.

"Artinya, mayoritas newsroom di dunia belum memiliki kebijakan yang jelas. Kurangnya transparansi dalam membedakan konten buatan manusia dan mesin dapat menggerus kepercayaan publik terhadap media," jelasnya.

Nezar mengapresiasi langkah Dewan Pers yang pada awal 2025 menerbitkan panduan penggunaan AI di media. Panduan itu mengatur pemanfaatan teknologi secara transparan, etis, dan bertanggung jawab, termasuk mekanisme penyelesaian sengketa atas konten berbasis AI.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Kementerian Komdigi tengah memfinalisasi dua dokumen strategis: Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional serta kebijakan keamanan dan keselamatan penggunaan AI, yang akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden.

"AI harus diperlakukan sebagai mitra, bukan pengganti manusia. Kita harus AI-aware, sadar bahwa kita menggunakan AI, tetapi tetap mampu menjaga jarak. Jangan sampai kita justru diatur oleh AI," tegas Nezar.

Menutup sambutannya, Nezar kembali menekankan esensi profesi jurnalis yang tak tergantikan oleh teknologi. "Mesin tidak punya nurani, empati, dan pengalaman hidup. Justru kualitas manusia yang memungkinkan kita memahami konteks, merasakan dampak cerita, dan menjaga loyalitas mutlak kepada publik," pungkasnya.

Editor: Gokli