Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Densus 88 Tangkap Empat Pendukung ISIS di Sumatera, Sebar Propaganda Teror Lewat Media Sosial
Oleh : Redaksi
Rabu | 08-10-2025 | 10:28 WIB
simpatisan-ISIS.jpg Honda-Batam
Densus 88 Antiteror Polri kembali menindak jaringan pendukung kelompok teroris ISIS atau Ansharut Daulah yang beroperasi di wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara. (Foto: Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menindak jaringan pendukung kelompok teroris ISIS atau Ansharut Daulah yang beroperasi di wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Empat orang terduga pelaku ditangkap karena aktif menyebarkan propaganda radikal serta provokasi untuk melakukan aksi teror melalui media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan penangkapan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan intensif terhadap aktivitas daring para pelaku.

"Keempat pelaku terlibat dalam penyebaran konten radikal yang mempromosikan ideologi kekerasan dan ajakan melakukan jihad dengan cara yang menyimpang. Mereka aktif membuat dan menyebarkan materi propaganda ISIS melalui media sosial," ujar Trunoyudo dalam keterangan resmi, Selasa (7/10/2025).

Empat terduga pelaku masing-masing berinisial RW, KM, AY, dan RR. Penangkapan pertama dilakukan terhadap RW pada Jumat, 3 Oktober 2025 pukul 12.58 WIB di Kota Padang, Sumatera Barat.

Sementara tiga lainnya diamankan pada 6 Oktober 2025 di lokasi berbeda: KM di Kabupaten Pesisir Selatan pukul 17.01 WIB, AY di Kota Padang pukul 18.00 WIB, dan RR di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara pukul 07.06 WIB.

Dari hasil penggeledahan, Densus 88 menyita sejumlah barang bukti, antara lain rompi loreng hijau, tiga lembar kertas bertuliskan logo ISIS, serta tiga buku berjudul 'Kupas Tuntas Khilafah Islamiyyah', 'Melawan Penguasa', dan 'Al Qiyadah wal Jundiyah' yang berisi ajakan menegakkan Daulah Islamiyyah.

Trunoyudo menegaskan aktivitas radikalisasi melalui media sosial masih menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional. "Radikalisasi di dunia maya masih ada dan bahkan semakin masif. Masyarakat perlu waspada terhadap setiap bentuk provokasi serta konten yang mengarah pada penyebaran ideologi ekstrem," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan anak-anak, agar tidak mudah terpapar ajaran radikal yang disebarkan secara daring.

"Pencegahan dini adalah kunci. Peran keluarga dan masyarakat sangat penting untuk memutus rantai penyebaran ideologi kekerasan," tambahnya.

Upaya Densus 88 ini menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ekstremisme dan mencegah aksi teror sejak dini.

Editor: Gokli