Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Komdigi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Strategi 3Go, Go Modern, Go Digital dan Go Online
Oleh : Redaksi
Rabu | 08-10-2025 | 08:08 WIB
3Go.jpg Honda-Batam
Wamenkomdigi Nezar Patria, saat membuka Workshop Social Selling: Kunci Sukses UMKM 2025 di Hotel AONE, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025). (Foto: Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, memperkenalkan strategi 3Go sebagai panduan praktis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas di era ekonomi digital.

Strategi ini mencakup tiga pilar utama: Go Modern, Go Digital, dan Go Online, yang dirancang untuk mendorong profesionalisme, pemanfaatan teknologi, serta perluasan pasar melalui platform digital.

Nezar menegaskan pentingnya transformasi digital bagi UMKM agar tetap kompetitif di tengah perubahan global yang pesat. Ia menyebut kontribusi UMKM sangat besar terhadap perekonomian nasional.

"Sebanyak 65 juta UMKM menyumbang sekitar 60 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Jadi, apa yang Bapak/Ibu lakukan itu sangat penting bagi ketahanan ekonomi nasional," ujar Nezar saat membuka Workshop Social Selling: Kunci Sukses UMKM 2025 di Hotel AONE, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Nezar menjelaskan secara rinci strategi 3Go yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mempercepat adopsi teknologi di sektor UMKM.

Tahap pertama adalah Go Modern, yakni modernisasi proses bisnis melalui penguatan branding, manajemen usaha profesional, serta peningkatan standar kualitas produk. "Proses produksi harus dibuat modern agar pembeli lebih percaya dan loyal terhadap produk UMKM," jelasnya.

Tahap kedua, Go Digital, mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk efisiensi operasional. Penggunaan aplikasi keuangan, platform e-commerce, dan otomasi bisnis menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas.

"Digitalisasi membantu UMKM bekerja lebih cepat dan efisien. Semua bisa dilakukan lewat aplikasi dan integrasi teknologi," tambah Nezar.

Tahap ketiga, Go Online, menitikberatkan pada perluasan pasar melalui media sosial, marketplace, dan situs web resmi. "Banyak UMKM aktif di media sosial, tapi belum punya website. Padahal, dengan situs web, informasi produk bisa lebih lengkap dan meningkatkan kepercayaan konsumen," paparnya.

Nezar juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan dalam strategi social selling. Ia mencontohkan pengalamannya membeli produk kopi jahe dari Sidoarjo yang menarik secara promosi, tetapi lemah dalam informasi produk.

"Ketika produk datang, tidak ada keterangan kandungan, tanggal kedaluwarsa, atau alamat jelas. Padahal, hal seperti itu sangat penting untuk menjaga kepercayaan konsumen," tuturnya.

Selain strategi 3Go, Nezar menjelaskan Komdigi telah menyiapkan sejumlah program konkret untuk mendukung digitalisasi UMKM. Salah satunya Digital Entrepreneurship Academy, yang menawarkan pelatihan berbasis syariah, strategi social selling, hingga permodalan fintech.

"Ada juga program UMKM Level Up yang mendampingi pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi digital agar lebih efisien, inovatif, dan tentu saja lebih cuan," kata Nezar sambil tersenyum.

Nezar optimistis, melalui strategi 3Go dan dukungan pelatihan berkelanjutan, UMKM Indonesia akan semakin siap menghadapi persaingan global di era digital. "Sebagai pengusaha, kita ingin lebih untung. Dengan digitalisasi, UMKM bisa mencapai itu," tegasnya.

Workshop ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Founder Lampu.id Melissa Wijaya, Kepala Pusat Pembangunan Literasi Digital Rizki Ameliah, serta Vice President Government Affairs Lazada Indonesia Budi Primawan.

Editor: Gokli