Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

FTZ Batam Paling Siap Jadi Pusat Investasi Global, Tawarkan Fasilitas Fiskal dan Infrastruktur Modern
Oleh : Aldy
Senin | 06-10-2025 | 10:28 WIB
Li_Claudia.jpg Honda-Batam
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam semakin meneguhkan diri sebagai pusat investasi unggulan nasional.

Dengan fasilitas fiskal yang kompetitif, infrastruktur modern, serta lokasi strategis di jalur pelayaran internasional, Batam dinilai paling siap dibandingkan kawasan FTZ lainnya di Kepulauan Riau, seperti Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan Batam telah bertransformasi menjadi hub industri, logistik, dan perdagangan global. "Batam memiliki keunggulan yang sulit disaingi daerah lain. Investor akan menemukan ekosistem lengkap, mulai dari pelabuhan, bandara internasional, kawasan industri modern, hingga regulasi yang jelas. Semua sudah siap, tinggal dimanfaatkan," ujarnya, Jumat (3/10/2025).

Keunggulan FTZ Batam diperkuat oleh regulasi, yakni UU Nomor 44 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam yang diperpanjang melalui Perppu Nomor 1 Tahun 2020. Dengan dasar hukum tersebut, investor di Batam memperoleh pembebasan bea masuk, PPN, PPnBM, dan cukai.

"Artinya, biaya produksi bisa ditekan signifikan. Ditambah lagi, ekspor-impor lebih cepat melalui sistem one stop service," kata Li Claudia.

Selain itu, fasilitas non-fiskal juga menjadi daya tarik. BP Batam menyediakan kawasan industri terintegrasi, layanan perizinan digital, serta jaringan utilitas lengkap, mulai dari listrik hingga air bersih.

"Investor tidak perlu membangun infrastruktur dari nol. Semuanya sudah tersedia di Batam. Inilah yang membuat Batam paling siap menjadi pusat investasi global," tambahnya.

Keunggulan geografis Batam pun memperkuat posisinya. Berada di Selat Malaka dan hanya 20 kilometer dari Singapura, Batam menjadi basis ideal produksi untuk pasar ASEAN dan internasional.

"Logistik dari Batam ke Singapura atau Malaysia hanya butuh hitungan jam. Efisiensi rantai pasok jelas lebih tinggi," jelasnya.

Dari sisi sumber daya manusia, Batam memiliki tenaga kerja berpengalaman di berbagai sektor strategis, seperti manufaktur, elektronik, perkapalan, hingga industri kreatif. Lembaga pendidikan vokasi dan universitas rutin mencetak lulusan siap kerja.

"Batam juga menjadi destinasi talenta muda untuk berkembang lebih global," katanya.

Data BP Batam mencatat, realisasi investasi triwulan I 2025 mencapai Rp 14,2 triliun, terdiri dari Rp 11,53 triliun Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp 2,71 triliun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sektor dominan meliputi manufaktur elektronik, energi, logistik, dan pariwisata berbasis MICE.

"Angka ini bukti nyata bahwa Batam masih menjadi magnet investor. Kami ingin lebih banyak investor nasional memanfaatkan fasilitas FTZ, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat Kepri dan Indonesia," ujar Li Claudia.

Menurutnya, BP Batam bersama Kepala BP Batam Amsakar Achmad berkomitmen memperkuat tata kelola kawasan agar pelayanan semakin transparan, cepat, dan pasti. "Target kami bukan hanya menarik investor, tetapi memastikan mereka bertahan dan berkembang di Batam," ujarnya.

Dengan beragam keunggulan tersebut, FTZ Batam kini diposisikan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah pusat pun menilai Batam sebagai proyek strategis untuk menopang daya saing Indonesia di kancah global.

"Bagi siapa pun yang ingin berinvestasi, Batam adalah pilihan terbaik. Momentum ini harus kita tangkap bersama," pungkas Li Claudia.

Editor: Gokli