Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KKP Gandeng Mitra Strategis Kurangi Sampah Laut di Anambas
Oleh : Redaksi
Sabtu | 04-10-2025 | 13:08 WIB
bersihkan-sampah6.jpg Honda-Batam
Kegiatan sosialisasi dan aksi nyata di Desa Keramut, Kepulauan Anambas, bertepatan dengan Bulan Bhakti Kelautan dan Perikanan serta peringatan World Clean Up Day, Rabu (1/10/2025). (KKP)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat komitmen menjaga laut tetap sehat dengan menggandeng sejumlah mitra strategis untuk mencegah sampah bocor ke laut.

Program ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan aksi nyata di Desa Keramut, Kepulauan Anambas, bertepatan dengan Bulan Bhakti Kelautan dan Perikanan serta peringatan World Clean Up Day.

Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Ahmad Aris, menegaskan penanganan sampah laut memerlukan tanggung jawab bersama. "Persoalan sampah laut adalah tanggung jawab kolektif. Melalui program Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah), kami fokus pada tiga sumber utama kebocoran sampah, yaitu sungai, pelabuhan, dan pesisir pulau kecil," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Kegiatan ini melibatkan Universitas Maritim Raja Ali Haji, Yayasan Jaga Mangkai, dan Yayasan Anambas. Edukasi diberikan kepada siswa, nelayan, serta ibu-ibu PKK tentang bahaya sampah bagi biota laut, pemilahan sampah, dan pemanfaatan limbah, termasuk inovasi bioplastik dari kulit mangrove. Masyarakat juga melakukan aksi bersih di Desa Keramut dan Pulau Mangkai.

Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji, Try Febrianto, menekankan pentingnya menjaga laut sebagai warisan generasi. "Kami ingin masyarakat melihat laut bukan hanya sumber nafkah, tapi juga titipan yang harus dijaga. Inovasi seperti bioplastik dari limbah mangrove bisa menjadi pintu awal perubahan," katanya.

Kepala Desa Keramut, Markos, mengapresiasi langkah ini karena langsung menyentuh kebutuhan warga. "Selama ini sampah menjadi persoalan sulit di masyarakat. Dengan kegiatan ini, warga merasa lebih peduli dan mampu mengubah sampah menjadi bahan bernilai," ucapnya.

Ketua Yayasan Anambas, Devina Mariskova, menyebut program berbasis masyarakat di 32 desa sudah menunjukkan dampak nyata, mulai dari bank sampah keliling hingga mesin press. Sementara Ketua Yayasan Jaga Mangkai, Murwanto, menilai kesadaran kolektif sebagai kunci perubahan.

"Kami yakin perubahan harus dimulai dari masyarakat. Dengan kesadaran bersama, Anambas bisa menjadi contoh kawasan konservasi bersih dan berkelanjutan," ujarnya.

Kepala LKKPN Pekanbaru, Rahmad Hidayat, menambahkan hasil kegiatan berhasil mencegah 407,1 kilogram sampah masuk ke laut. "Laut sehat hari ini adalah fondasi masa depan yang hebat bagi generasi berikutnya," tegasnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya telah menegaskan penanganan sampah laut menjadi prioritas KKP. Ia menilai keberhasilan menjaga laut tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga kolaborasi nyata akademisi, masyarakat, dan organisasi lokal di lapangan.

Editor: Gokli