Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Uji Coba Digitalisasi Bansos Dimulai di Banyuwangi, WamenPANRB: Setiap Rupiah Harus Tepat Sasaran
Oleh : Redaksi
Sabtu | 04-10-2025 | 10:48 WIB
Purwadi-Arianto1.jpg Honda-Batam
WamenPANRB, Purwadi Arianto. (KemenPANRB)

BATAMTODAY.COM, Banyuwangi - Pemerintah mulai menguji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis teknologi digital di Kabupaten Banyuwangi sebagai langkah awal transformasi ketepatan sasaran bansos nasional.

Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi masalah klasik salah sasaran (mistargeting) sekaligus mewujudkan bansos yang transparan, adil, dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto, menegaskan digitalisasi perlindungan sosial bukan sekadar inovasi teknis, melainkan amanah konstitusi.

"Transformasi penyaluran perlindungan sosial bukan sekadar urusan teknis, melainkan tanggung jawab moral tentang masa depan jutaan keluarga Indonesia. Tekad kita jelas, setiap rupiah bantuan harus tepat sasaran," ujar Purwadi saat meninjau uji coba digitalisasi bansos di Banyuwangi, Kamis (2/10/2025).

Purwadi menjelaskan, keberlanjutan uji coba ini perlu diperkuat dengan Instruksi Presiden (Inpres) khusus yang mengikat seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Tujuan dari usulan Inpres ini sangat tegas, yaitu memastikan transformasi ketepatan sasaran penyaluran program perlindungan sosial berjalan dengan arah yang jelas, aktor yang lengkap, dan instruksi yang terukur. Ada 23 pemangku kepentingan baik pusat maupun daerah yang akan menerima mandat sesuai perannya," katanya.

Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci. Setiap lembaga harus mau membuka akses, menyediakan dan bertukar data, serta meminimalisasi hambatan administrasi. Inpres yang diusulkan juga mencakup peta jalan pelaksanaan hingga 2029 agar transformasi dilakukan secara bertahap dan optimal.

Lebih lanjut, Purwadi menyebutkan Kementerian PANRB sebagai wakil ketua I KPTDP sejak awal terus memfasilitasi koordinasi serta mengawal uji coba digitalisasi bansos, bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi dan kementerian/lembaga terkait.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa seluruh masyarakat berhak yang memenuhi syarat dapat mendaftar bansos melalui aplikasi yang telah disiapkan. Bagi warga yang tidak memiliki gawai, lebih dari 2.000 pendamping akan membantu proses pendaftaran.

"Kita ingin ke depan bansos lebih tepat sasaran, diterima oleh mereka yang berhak melalui platform digital yang dibangun oleh Dewan Ekonomi Nasional. Ini pertama kalinya di Indonesia, supaya bansos benar-benar diterima oleh mereka yang seharusnya menerima," pungkasnya.

Editor: Gokli