PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Aiptu Edy Endrianis S.Sos

Usia Tak Halangi Semangat Menuntut Ilmu
Oleh : ah/dd
Kamis | 29-11-2012 | 18:07 WIB
foto-sosok-1.jpg honda-batam

"TUNTUTLAH ILMU sampai ke liang lahat. Di mana ada kemauan, pasti ada jalan," begitu Edy berpandangan soal pentingnya pendidikan dan upaya mewujudkan pendidikan itu sendiri.


Edy, begitu Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Edy Endrianis akrab dipanggil, adalah anggota Polri yang bertugas Polres Tanjungpinang. Pria kelahiran Pekanbaru, 4 Februari 1962 ini sudah puluhan tahun mengabdi sebagai anggota Polri.

Bisa berbuat untuk menolong sesama serta jadi manfaat bagi orang lain, merupakan kebanggaan bagi dirinya. Mengabdi bagi nusa dan bangsa melalui institusi Kepolisian Republik Indonesia atau Polri, juga merupakan cita-citanya sejak kecil.

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas kepolisian di Polsek Tanjungpinang Kota, Edy masih menyempatkan diri menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang, berjuang mewujudkan cita-citanya meraih ilmu hingga Strata 1 (S1). Ia menggeluti jurusan ilmu sosial, yang merupakan satu-satunya untuk angkatan 2008.

Diwisuda dan telah menyandang gelar Sarjana Sosial (S. Sos) dengan predikat kelulusan sangat memuaskan, menjadi kenangan tersendiri dan pengalaman berharga baginya di usianya yang sudah menyentuh angka 50.

Kegigihan Edy menuntut ilmu di usia yang sudah menginjak setengah abad, hingga bisa meraih gelar sarjana sosial, nampaknya harus menjadi panutan bagi generasi muda, betapa perlunya ilmu itu. Seperti pandangan Edy dalam menuntul ilmu, "Di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan."

Dari penuturan Edy, meski sudah menjadi cita-citanya sejak kecil, tapi awalnya dia tidak menyangka bakal bisa menjadi anggota Polri. Begitu juga menjadi mahasiswa di tengah kesibukannya menjalankan tugas kepolisian di Polsek Tanjungpinang Kota, dia tak pernah menyangka bisa lulus dengan predikat terbaik.

"Saya menjalani hari-hari menjadi anggota Polri dan mahasiswa dengan rasa ihklas dan tangung jawab. Saya juga makin bisa belajar memahami arti jerih payah. Perjuangan pasti akan ada hikmanya, bagi keluarga, lingkungan dan diri sendiri," ungkap Edy dalam perbincangan dengan batamtoday, baru-baru ini.

Keberhasilan Edy meraih pendidikan hingga jenjang sarjana, ternyata tak terlepas dari dukungan sang istri. Rita, begitu dia menyebut nama wanita yang paling dicintainya itu, memberi perhatian penuh untuk Edy, baik dalam menjalankan tugas sebagai anggota polisi, maupun dalam menjalankan aktivitas perkuliahan yang selama ini digelutinya.

Begitu juga Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Edy Endrianis, S.Sos, selalu memberikan perhatian terhadap istri dan anak semata wayangnya, Endrian Maulana yang baru berusia 13 tahun itu. Selain menuangkan kasih sayang, Edy juga selalu mengajarkan Endrian Maulana mengaji dan sholat lima waktu.

Satu lagi yang menjadi kebanggan bagi Edy, setelah berhasil meraih gelar sarjana sosial, Polda Kepri juga memberikan kesempatan baginya mengikuti Sekolah Alih Golongan (SAG) di Pekanbaru, yang akan dijalaninya selama 3 bulan.

Meski berhasil menyingkirkan ratusan pesaing sesama anggota Polri yang ingin tes perwira, Edy tetap amanah dan menujukan sikap profesional dalam bertugas. Setelah menyelesaikan pendidikan SAG, Edy pun akan menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua atau IPDA.

"Menjadi anggota Polri, kita harus pandai bersikap, membantu yang membutuhkan serta membela yang benar. Badan pun harus sehat dan fit, sehingga bisa selalu melaksanakan tugas dengan baik, iklas dan penuh tanggung jawab," tutupnya.