Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Raup Peluang Bisnis 50 Ribu Euro per Tahun dari Tallinn FoodFair 2025
Oleh : Redaksi
Kamis | 02-10-2025 | 10:28 WIB
TFF-2025.jpg Honda-Batam
Indonesia sukses mencuri perhatian di ajang Tallinn FoodFair (TFF) di Unibet Arena, Tallinn, Estonia, pada 24-25 September 2025. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia sukses mencuri perhatian di ajang Tallinn FoodFair (TFF) 2025, salah satu pameran pangan terbesar di kawasan Baltik, yang berlangsung di Unibet Arena, Tallinn, Estonia, pada 24-25 September 2025. Partisipasi Indonesia dalam pameran itu membuka peluang kerja sama bisnis bernilai sedikitnya 50.000 euro per tahun.

Stand Indonesia ramai dikunjungi para pelaku industri, mulai dari pengusaha katering yang mencicipi kopi Bali Pulina, pemilik restoran yang mencari bumbu instan Nusantara, hingga distributor Baltik yang melirik cerutu PT Taru Martani. Puluhan kontak bisnis baru tercatat, dengan sejumlah pengunjung menunjukkan ketertarikan serius untuk menghadirkan produk Indonesia di toko dan restoran mereka.

Stand Indonesia juga mendapat perhatian khusus dari Menteri Urusan Daerah dan Pertanian Estonia, Hendrik Johannes Terras. Ia menyampaikan apresiasinya atas partisipasi Indonesia dan menuturkan pengalaman pribadinya yang beberapa kali berkunjung ke Indonesia. Saat mencicipi kopi luwak, Terras tersenyum seraya berkata rasanya 'very smooth'.

Menurut perwakilan KBRI Helsinki, partisipasi Indonesia di TFF menjadi bukti konkret kekuatan diplomasi ekonomi. "Dari rasa, lahirlah peluang kerja sama. Inilah kekuatan diplomasi ekonomi kita," ujar perwakilan KBRI.

TFF 2025 menghadirkan lebih dari 200 peserta internasional dan dihadiri sekitar 5.000 pengunjung profesional dari sektor HORECA dan ritel. Ajang ini menjadi pintu penting untuk memperkuat citra Indonesia sebagai produsen pangan dan minuman berkualitas yang kompetitif di pasar Eropa.

Data perdagangan menunjukkan potensi kerja sama yang besar. Pada 2024, impor Estonia dari Indonesia mencapai 56,1 juta euro, jauh melampaui ekspor Estonia ke Indonesia senilai 11,4 juta euro. Surplus perdagangan sebesar 44,7 juta euro mencerminkan kuatnya daya beli Baltik terhadap produk nasional.

Ke depan, peluang pasar diprediksi semakin terbuka dengan rampungnya perundingan dagang kemitraan strategis Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Sejumlah pelaku industri makanan Estonia bahkan menyampaikan kebutuhan terhadap minyak sawit Indonesia yang dinilai lebih kompetitif dibandingkan produk sejenis dari negara lain.

Melalui diplomasi ekonomi yang hangat, Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra terpercaya di kawasan Baltik. Dari secangkir kopi hingga sebatang cerutu, partisipasi di TFF 2025 membuktikan bahwa cita rasa mampu membuka jalan menuju kerja sama yang lebih luas.

Editor: Gokli