Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tiket MotoGP Mandalika 2025 Ludes 90 Persen, Erick Thohir: Sport Tourism Dongkrak Ekonomi Nasional
Oleh : Redaksi
Rabu | 01-10-2025 | 13:48 WIB
motoGP-RI.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo menerima pebalap MotoGP dari Ducati Lenovo Marc Marquez di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/9/2025) petang, sekaligus mempertemukan pebalap Indonesia Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama dengan sang juara dunia MotoGP musim 2025 ini sebagai inspirasi berprestasi.(BPMI)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Antusias masyarakat terhadap perhelatan MotoGP Mandalika 2025 membuktikan besarnya dukungan publik terhadap sport tourism di Indonesia. Hingga akhir September, penjualan tiket ajang balap motor kelas dunia itu telah mencapai 90 persen dari total kuota yang tersedia.

Berdasarkan situs resmi MotoGP Mandalika 2025, hampir seluruh kategori tiket telah terjual habis. Mulai dari tiket reguler seharga Rp 400 ribu, Premium Grandstand A Rp 1.750.000 dan B Rp 900 ribu, hingga kelas VIP seperti VIP Deluxe Class seharga Rp 15 juta serta VIP Luxury Tent Rp 7.750.000.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan tingginya animo masyarakat menunjukkan sport tourism mampu menjadi penggerak ekonomi.

"Pengembangan sport tourism adalah prioritas pemerintah. Dampaknya tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Erick usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Erick menambahkan, keberhasilan Mandalika menggelar MotoGP menjadi bukti konkret dampak ekonomi positif. "Kita bisa lihat di Mandalika sekarang, dampak ekonominya hampir Rp 4,8 triliun. Bahkan tiket yang terjual hingga hari ini sudah mencapai 90 persen. Ini hal yang positif bagi sport tourism Indonesia," ujarnya.

MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya menjadi magnet wisata olahraga, tetapi juga diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia di mata dunia sebagai tuan rumah event internasional.

Editor: Gokli