Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Kirgizstan Sepakat Kembangkan Industri Halal di Ajang Halal Indo 2025
Oleh : Redaksi
Senin | 29-09-2025 | 13:48 WIB
Indonesia-Kirgizstan.jpg Honda-Batam
Pusat Pengembangan Industri Halal menjalin kerja sama dengan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Republik Kirgizstan untuk memperkuat potensi industri halal. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Tangerang - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia melalui Pusat Pengembangan Industri Halal menjalin kerja sama dengan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Republik Kirgizstan untuk memperkuat potensi industri halal.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama di sela penyelenggaraan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2025 di ICE BSD, Banten.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Pusat Pengembangan Industri Halal Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo, bersama Direktur Pusat Pengembangan Industri Halal Kirgizstan, A D Kaiyrbekov.

"Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi internasional di sektor halal. Melalui kerja sama ini, kami ingin mendorong pertumbuhan ekosistem industri halal yang saling menguntungkan, tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga mendukung rantai pasok global," ujar Kris, Sabtu (26/9/2025).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kerja sama strategis mencakup peningkatan daya saing global, pertukaran informasi dan konsultasi, program pelatihan SDM, promosi produk dan jasa halal, hingga partisipasi dalam seminar dan simposium.

Pihak Kirgizstan menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. "Indonesia adalah mitra strategis dalam pengembangan industri halal. Dengan adanya pembahasan awal ini, kami berharap dapat mempercepat terwujudnya program-program konkret yang bermanfaat bagi kedua negara," ungkap A D Kaiyrbekov.

Hasil pertemuan dituangkan dalam Record of Discussion (RoD) yang menjadi dasar sebelum menuju perjanjian formal, seperti Nota Kesepahaman (MoU) maupun bentuk kerja sama lainnya. "Dokumen ini adalah langkah awal untuk memperkuat kerja sama pengembangan industri halal antara Indonesia dan Kirgizstan. Nantinya detail teknis akan dituangkan dalam perjanjian resmi," jelas Kris.

Kemenperin menegaskan akan menjaga komunikasi berkelanjutan dengan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Kirgizstan demi memastikan keberlanjutan kerja sama tersebut.

Editor: Gokli