Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OSN 2025 Ditutup dengan Pencapaian Gemilang, Pemerintah Ajak Murid Rendah Hati dan Terus Berprestasi
Oleh : Redaksi
Senin | 29-09-2025 | 10:28 WIB
OSN-2025.jpg Honda-Batam
OSN 2025 resmi ditutup dengan semangat persahabatan, sikap rendah hati, dan kompetisi sehat, Jumat (26/9/2025). (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 resmi ditutup dengan semangat persahabatan, sikap rendah hati, dan kompetisi sehat. Penutupan sekaligus penganugerahan pemenang OSN Pendidikan Dasar Tingkat Nasional digelar di Jakarta pada Jumat (26/9/2025).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, menyampaikan pesan agar para peserta menjadikan pengalaman OSN sebagai bekal untuk mengembangkan potensi dan daya saing global.

"Pengalaman mengikuti OSN semoga jadi langkah awal mengembangkan potensi, bakat, minat, serta daya saing global kalian secara berkelanjutan menjadi talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya di hadapan 300 murid dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs sederajat.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen terus mengembangkan OSN agar relevan dengan kebutuhan murid. "Selamat untuk seluruh peserta yang telah meraih prestasi, dan jangan bersedih yang belum mendapatkan prestasi. Tetap semangat belajar, teruslah memiliki karakter rendah hati berbagi ilmu," tutur Suharti.

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengungkapkan antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan. "Sebanyak 344.807 murid mendaftar OSN, termasuk dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Riyadh dan Malaysia. Tahun ini terjadi kenaikan 34 persen peserta SD/MI dan 14 persen peserta SMP/MTs dibandingkan 2024," jelasnya.

Irene menambahkan, penilaian lomba meliputi aspek ketepatan jawaban, kreativitas, kemampuan analitis, disiplin, sportivitas, dan kejujuran.

Kegembiraan juga dirasakan para peserta. Alviando Sabandar, murid kelas VI SDN 3 Kota Sorong, Papua Barat Daya, berhasil meraih medali perak bidang IPS.

"Saya merasa senang dengan prestasi ini, dan semoga seluruh teman-teman di Indonesia tetap semangat belajar untuk dapat sukses seperti saya," ungkapnya.

Sementara itu, Howard Valero Hansen, siswa kelas IX SMP Darma Yudha, Pekanbaru, Riau, meraih medali emas bidang IPA serta predikat The Best Practicum dan The Best Overall. "Saat melakukan tes eksperimen tentang enzim protease dan gaya apung, sangat seru karena langsung memegang alatnya," katanya.

Adapun Provinsi DKI Jakarta keluar sebagai juara umum dengan raihan 8 medali emas, 8 perak, dan 10 perunggu. Posisi kedua ditempati Jawa Timur dengan 3 emas, 9 perak, dan 12 perunggu. Sumatra Utara menyusul di posisi ketiga dengan perolehan 3 emas dan 1 perunggu.

OSN 2025 yang diselenggarakan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) menambah bidang IPS untuk jenjang SD, selain Matematika dan IPA. Para peserta tidak hanya memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu, tetapi juga penghargaan khusus seperti The Best Theory, The Best Exploration, The Best Challenger, hingga The Most Perfect Score.

Editor: Gokli