Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Teken IEU-CEPA dan ICA-CEPA, Perkuat Diplomasi Ekonomi dengan Eropa dan Kanada
Oleh : Redaksi
Senin | 29-09-2025 | 09:48 WIB
IEU-ICA-CEPA.jpg Honda-Batam
Capaian bersejarah dalam diplomasi ekonomi dengan disepakatinya dua perjanjian strategis, yakni IEU-CEPA dan ICA-CEPA. (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia menorehkan capaian bersejarah dalam diplomasi ekonomi dengan disepakatinya dua perjanjian strategis, yakni Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).

Kedua kesepakatan ini diyakini akan membuka jalan bagi peningkatan akses pasar, arus investasi, serta kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan Eropa dan Amerika Utara.

Penandatanganan ICA-CEPA berlangsung di Ottawa pada Rabu (24/9/2025), disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Sementara itu, Kesepakatan Substantif IEU-CEPA diumumkan sehari sebelumnya di Bali, Selasa (23/9/2025), oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maros Sefcovic.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan kedua perjanjian tersebut merupakan bukti konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global.

"Kedua kesepakatan ini menjadi bukti konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional. Dengan tercapainya IEU-CEPA dan ICA-CEPA, Indonesia memperoleh posisi tawar lebih kuat sekaligus memastikan manfaat nyata dirasakan dunia usaha dan masyarakat," ujarnya.

Pengamat ekonomi, Sunarsip, menilai kesepakatan dengan Uni Eropa akan berdampak signifikan, mengingat kawasan tersebut menyerap sekitar 10 persen dari total ekspor nasional.

"Sebagian besar ekspor Indonesia ke Eropa berupa mineral logam, besi dan baja, elektronik, serta produk CPO dan minyak nabati. Melalui IEU-CEPA, ekspor produk unggulan ini diproyeksikan semakin meningkat dan memiliki akses pasar lebih luas," jelasnya.

Lebih jauh, Sunarsip menekankan bahwa IEU-CEPA juga akan memperbesar pangsa ekspor Indonesia ke Eropa di tengah ketidakseimbangan kebijakan tarif global. "Kesepakatan ini bisa menjadi penopang penting ketika permintaan dari mitra utama lain seperti Tiongkok dan India melemah. Pada akhirnya, IEU-CEPA akan memperkuat surplus perdagangan sekaligus menambah cadangan devisa," tuturnya.

Sementara itu, akademisi Universitas Indonesia, Firman Kurniawan, menilai pemerintah perlu menyusun strategi komunikasi agar manfaat perjanjian ini dapat dipahami secara luas, termasuk oleh pelaku UMKM. "Pemerintah harus mengemas pesan komunikasi yang menonjolkan manfaat nyata di level sektoral. Media konvensional maupun digital perlu dilibatkan agar masyarakat tidak mengalami misinformasi," kata Firman.

Dengan pencapaian ini, Indonesia tidak hanya memperluas pasar internasional, tetapi juga memperkokoh posisi sebagai salah satu kekuatan ekonomi strategis di kawasan Asia.

Editor: Gokli