Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketua Majelis Tinggi Akui Agus Suparmanto sebagai Ketum PPP Periode 2025-2030, bukan Mardiono
Oleh : Irawan
Minggu | 28-09-2025 | 10:32 WIB
Agus_Supartono_Ketum_PPP.jpg Honda-Batam
Mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto diklaim terpilih menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui forum Muktamar X PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025).

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto yang merupakan eks politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diklaim terpilih menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui forum Muktamar X PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025).

Keputusan aklamasi Agus langsung dibacakan Pimpinan Sidang Paripurna VIII Qoyum Abdul Jabbar. "Aklamasi Pak Agus Suparmanto merupakan kehendak Muktamar dan aspirasi Muktamirin yang menentukan keputusan," ujar Qoyum.

Selanjutnya, Ketua Umum terpilih bersama dengan para formatur segera menyusun kepengurusan. "Ketua umum terpilih bersama formatur akan menyusun kepengurusan dengan mengakomodir kekuatan PPP," katanya.

Ketua DPP PPP Thobahul Aftoni mengatakan Agus Suparmanto telah terpilih menjadi ketua umum partai berlambanb Kakbah periode 2025-2030.

Aftoni menjelaskan, Agus Suparmanto terpilih menjadi ketua umum lantaran calon ketua umum lainnya, yakni Mardiono tidak kembali ke arena Muktamar hingga pemilihan berlangsung.

"Maka Muktamirin Memilih Agus Suparmanto sebagai calon ketua umum tunggal untuk ditetapkan secara Aklamasi sebagai Ketua Umum PPP 2025-2030," ujar Aftoni dalam keterangannya, Minggu (28/9/2025).

"Selamat untuk Agus Suparmanto dan Selamat untuk para Muktamirin. Saatnya songsong kebangkitan PPP menuju Pemilu 2029 yang akan datang," tambahnya.

Dia menjelaskan, calon ketua umum PPP sudah Meninggalkan arena setelah pembukaan muktamar. Ia menduga karena banyaknya gelombang penolakan.

"Mungkin karena sudah merasa gelombang penolakan dari mayoritaas Muktamirin begitu kencang," katanya.

Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Romahurmuziy alias Rommy mendukung eks Menteri Perdagangan Agus Suparmanto maju sebagai calon ketua umum (caketum) PPP. Pihaknya akan mengkonsolidasikan dukungan terhadap Agus.

Dukungan itu disampaikan Rommy melalui deklarasi yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (15/9). Rommy memimpin langsung deklarasi itu bersama Pengurus Harian DPP, Pimpinan Majelis2 DPP, Badan Otonom PPP, serta Pimpinan DPW.

"Memberikan dukungan sepenuhnya kepada H. Agus Suparmanto sebagai calon Ketua Umum DPP PPP masa bakti 2025-2030," ujar Rommy dalam keterangannya, Rabu (17/9/2025).

Rommy mengatakan pihaknya akan berjuang memenangkan Agus Suparmanto di Muktamar X 2025. Ia juga akan menggalang dukungan DPC untuk memilih Agus Supatmanto.

"Menyatakan kesiapan lahir dan batin untuk berjuang memenangkan H. Agus Suparmanto pada Muktamar X PPP tahun 2025," ujarnya.

"Menyatakan sanggup mengkonsolidasi dan memimpin seluruh DPC di bawah kepengurusan kami untuk bersatu dan sepakat memilih H. Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum DPP PPP masa bakti 2025-2030," lanjut Rommy.

Deklarasi ini digerakkan oleh Pro Perubahan, sebuah konsolidasi besar dari berbagai elemen PPP yang menilai perlunya penyegaran kepemimpinan demi mengembalikan kejayaan partai.

"PPP membutuhkan figur yang dapat merangkul semua elemen, dekat dengan ulama, dan punya kapasitas manajerial nasional. Kami melihat itu ada pada H. Agus Suparmanto," tegas perwakilan Pro Perubahan dalam deklarasi.

Karena itu, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau akrab disapa Rommy menyatakan tidak benar bila Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono mengklaim terpilih sebagai Ketum PPP secara aklamasi.

"Tidak betul Mardiono terpilih, apalagi secara aklamasi," ujar Rommy dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Rommy menjelaskan Muktamar ke-10 PPP masih berlangsung hingga pukul 22.30 WIB dan belum menetapkan ketua umum, sementara Mardiono mengklaim telah terpilih sebagai Ketum PPP hingga terbit berita yang mewartakan klaimnya sebelum waktu tersebut.

"Adanya berita sekitar pukul 21.22 WIB yang menyebutkan bahwa Mardiono terpilih secara aklamasi adalah palsu, klaim sepihak, tidak bertanggung jawab, dan merupakan upaya memecah belah Partai Persatuan Pembangunan," katanya.

Ia mengatakan pernyataan tersebut bersama Ketua Majelis Syariah PPP Mustofa Aqil Siroj, dan seluruh Ketua DPW dan DPC PPP se-Indonesia.

Selain itu, dia mengatakan Mardiono sempat diteriaki gagal, diminta mundur, dan PPP disebut perlu perubahan saat Muktamar ke-10 PPP berlangsung.

"Dengan demikian, tidak lah masuk akal bahwa hawa penolakan yang begitu besar atas kepemimpinan Mardiono justru berakhir dengan terpilihnya Mardiono secara aklamasi," ujarnya.

Sebelumnya, Muhamad Mardiono diklaim terpilih menjadi Ketua Umum PPP periode 2025-2030 secara aklamasi dalam forum Muktamar X di Ancol, Sabtu (27/9/2025).

Klaim kemenangan itu disampaikan pimpinan sidang Muktamar X PPP Amir Uskara dalam konferensi pers di sela muktamar yang berlangsung tertutup.

"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan selamat kepada Pak Mardiono atas terpilihnya secara aklamasi dalam Muktamar X yang baru saja kami ketuk palunya," kata Amir.

Keputusan ini diambil setelah pimpinan sidang muktamar menggelar agenda pembahasan tata tertib (tatib) muktamar.

Hal itu salah satunya berkaitan dengan pemilihan ketua umum yang harus dihadiri secara fisik oleh peserta muktamar.

"Setelah itu, saya bacakan, saya langsung meminta kesepakatan dari seluruh peserta muktamar, apakah setuju karena sudah hadir, apakah setuju untuk kita aklamasi dengan Pak Mardiono, ternyata mereka setuju dan saya ketuk palu," ujar Amir.

Editor: Surya