Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

RSUD RAT Gelar Forum Konsultasi Publik 2025, Perkuat Transparansi dan Layanan Kesehatan
Oleh : Redaksi
Sabtu | 27-09-2025 | 19:48 WIB
RSUD-RAT1.jpg Honda-Batam
Forum Konsultasi Publik digelar RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT), Jumat (26/9/2025), sebagai bentuk transfaransi sekaligus upaya peningkatan layanan kesehatan.(Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2025 di Aula Lantai IV RSUD RAT pada Jumat (26/9/2025).

Forum ini menjadi ruang dialog strategis antara manajemen rumah sakit dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan.

FKP 2025 dihadiri lintas instansi, perwakilan kampus, Ormas, sejumlah yayasan, pers, serta perwakilan masyarakat. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan semangat kolaborasi membangun sistem layanan kesehatan yang responsif dan berkelanjutan.

Sejumlah masukan muncul dari peserta, di antaranya pentingnya RSUD RAT memiliki master plan pengembangan jangka panjang agar masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan kesehatan ke luar daerah. Disampaikan juga masukan teknis seperti perbaikan AC sentral dan toilet.

Menanggapi hal ini, pihak rumah sakit menjelaskan perbaikan sementara sudah dilakukan, sementara rehabilitasi total akan dilaksanakan pada 2026 melalui Dinas Pekerjaan Umum. Anggaran APBD juga telah disiapkan untuk penambahan AC cadangan tipe split dengan melibatkan konsultan profesional guna menjamin kualitas pengerjaan.

Dukungan juga datang dari Poltekkes Tanjungpinang yang siap bersinergi melalui penyediaan database golongan darah mahasiswa untuk mendukung ketersediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD), khususnya dalam pelayanan One Day Care (ODC) Hematologi Onkologi Anak.

Dinas Kesehatan dalam forum menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penyusunan SOP layanan, integrasi data, serta dukungan anggaran agar RSUD RAT mampu berfungsi optimal sebagai rumah sakit rujukan provinsi.

FKP juga menghadirkan pengalaman pasien. Sisca, salah satu orang tua pasien hemofilia menyampaikan apresiasinya.

"Kami merasakan manfaat besar, anak kami bisa tumbuh dengan baik berkat layanan dan perhatian dari pihak rumah sakit," ujarnya penuh syukur.

Namun, kritik tetap mengemuka. Ketua RW 08 Air Raja menyoroti adanya pasien yang dipulangkan lebih cepat meski merasa belum sembuh total. Menanggapi hal itu, Ketua IDAI Kepri, dr. H. M. Rizqa menjelaskan bahwa keputusan pemulangan pasien berada di tangan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) dengan mempertimbangkan kondisi medis seperti hasil laboratorium, tekanan darah, dan suhu tubuh.

RSUD RAT Terbuka Terhadap Kritik

Direktur RSUD RAT dr. Bambang Utoyo menegaskan rumah sakit selalu terbuka terhadap kritik.

"Kami menyediakan berbagai kanal resmi seperti tatap muka, SP4N Lapor, kotak saran, hingga aplikasi 24 KRAT AJA agar masyarakat mudah menyampaikan keluhan dan saran," tegasnya.

Forum ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, seperti penguatan koordinasi dengan BPJS Kesehatan, pembenahan infrastruktur dasar, pengembangan pelayanan unggulan berbasis master plan, serta pengutamaan kenyamanan, keselamatan, dan kepuasan pasien.

Sebagai terobosan layanan, Direktur mengumumkan dalam waktu dekat RSUD RAT akan melaksanakan proctorship kateterisasi jantung bersama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Tindakan ini untuk pertama kalinya akan dilakukan di Tanjungpinang bahkan di seluruh Kepri, menggunakan teknologi Rotablator yang mampu mengikis plak di pembuluh koroner sebelum pemasangan stent (ring jantung).

FKP 2025 menjadi momentum penting bagi RSUD RAT untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus membangun pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berkelanjutan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu membawa layanan kesehatan Kepri menuju kualitas yang lebih baik dan berdaya saing.

Editor: Yudha