Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Prabowo dan PM Kanada Sahkan Tiga Kesepakatan Strategis, ICA-CEPA Jadi Tonggak Bersejarah
Oleh : Redaksi
Kamis | 25-09-2025 | 10:48 WIB
RI-Kanada1.jpg Honda-Batam
Presiden RI, Prabowo Subianto dan PM Kanada Mark Carney menyaksikan upacara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Indonesia dan Kanada yang berlangsung di West Block, Parliament Hill, Ottawa, pada Rabu, 24 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyaksikan penandatanganan tiga kesepakatan strategis antara Indonesia dan Kanada di West Block, Parliament Hill, Ottawa, pada Rabu (24/9/2025). Agenda ini menjadi salah satu momen penting dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Kanada.

Tiga kesepakatan utama yang diteken meliputi bidang perdagangan, pertahanan, serta koneksi antarpelaku usaha. Kesepakatan tersebut dipandang sebagai tonggak baru dalam memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan.

ICA-CEPA Jadi Momentum Sejarah

Kesepakatan pertama adalah penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) oleh Menteri Perdagangan RI dan Menteri Perdagangan Internasional Kanada.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya perjanjian ini sebagai wujud kerja sama strategis yang bernilai ekonomi sekaligus politik. "Saya sangat senang berada di sini untuk penandatanganan CEPA, dan saya pikir ini akan menjadi momen bersejarah. Ini akan terbukti sebagai tonggak yang signifikan," kata Prabowo.

Melalui ICA-CEPA, Kanada berkomitmen menghapus 90,5 persen tarif impor produk asal Indonesia, sementara Indonesia meliberalisasi 85,8 persen pos tarif. Implementasi perjanjian ini diproyeksikan mendorong ekspor Indonesia ke Kanada hingga USD 11,8 miliar pada 2030, dengan tambahan pertumbuhan PDB nasional sebesar 0,12 persen serta peningkatan investasi 0,38 persen.

Selain dampak ekonomi, ICA-CEPA juga menjamin transparansi regulasi, perlindungan investasi, serta memperkuat kerja sama di bidang UMKM, lokapasar digital, hak kekayaan intelektual, dan perdagangan berkelanjutan.

Kerja Sama Pertahanan Diperluas

Kesepakatan kedua adalah penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertahanan RI dan Departemen Pertahanan Nasional Kanada terkait kerja sama di bidang pertahanan. Perjanjian ini melengkapi memorandum saling pengertian yang ditandatangani Agustus 2025 lalu.

"Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Pertahanan, kami menghargai ini. Kami menghargai hubungan kami dengan Kanada. Kami ingin mengirim lebih banyak anak muda kami untuk belajar di sini, dilatih di sini, dan bekerja sama dalam bidang pertahanan di masa depan," tutur Presiden Prabowo.

Kesepakatan pertahanan itu mencakup partisipasi Kanada dalam latihan Super Garuda Shield, pelaksanaan dialog pertahanan reguler, serta penguatan industri militer jangka panjang.

Konektivitas Dunia Usaha

Selain itu, turut ditandatangani Memorandum of Understanding on Cooperation in Commerce, Trade, and Investment oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Ketua Business Council of Canada (BCC). Meski bersifat business-to-business, kesepakatan ini dinilai penting dalam memperkuat konektivitas dunia usaha sejalan dengan semangat pembentukan ICA-CEPA.

Nilai Strategis Kunjungan

Presiden Prabowo menekankan bahwa kunjungannya ke Kanada tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan kesepakatan konkret yang bermanfaat bagi kedua bangsa. Ia bahkan menceritakan langsung kerja keras dalam proses finalisasi perjanjian tersebut.

"Kami mempelajari 9 ribu halaman dokumen perjanjian, ya itu benar, kami begadang semalaman. Tapi bagaimanapun, kami ada di sini untuk menyaksikan dan menandatangani perjanjian besar ini. Jadi saya sangat bangga, saya sangat beruntung menjadi Presiden Indonesia yang membawa ini kembali ke Indonesia," ungkap Kepala Negara.

Editor: Gokli