Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Produk Makanan Ringan Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp 35,3 Miliar di Pameran Dubai
Oleh : Redaksi
Rabu | 24-09-2025 | 12:48 WIB
ISM-Middle-East.jpg Honda-Batam
Paviliun Indonesia pada pameran ISM Middle East yang berlangsung pada 15-17 September 2025 di Hall 6 Dubai World Trade Center, Uni Emirat Arab (UEA). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Produk makanan ringan dan kembang gula Indonesia mencatat potensi transaksi senilai USD 2,13 juta atau sekitar Rp 35,3 miliar dalam partisipasi perdananya pada pameran Internationale Subwarenmesse (ISM) Middle East 2025 di Dubai World Trade Center, Uni Emirat Arab (UEA), 15-17 September 2025.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai partisipasi Indonesia di ajang ini merupakan langkah strategis memperluas pasar produk makanan ringan dan kembang gula di tingkat global.

"Pasar UEA yang besar sangat menjanjikan karena didorong populasi multikultural, tren gaya hidup sehat, serta pertumbuhan pariwisata dan ritel. Posisi strategis Dubai sebagai hub perdagangan menjadikannya pintu gerbang ideal distribusi produk ke Timur Tengah dan Afrika," ujar Puntodewi, Selasa (23/9/2025).

Konsul Jenderal RI Dubai, Denny Lesmana, menambahkan, daya tarik Dubai sebagai pusat perdagangan global didukung keterbukaan regulasi, insentif usaha, hingga infrastruktur jasa yang mumpuni. "Kebijakan kepemilikan asing seratus persen tanpa mitra lokal membuat persaingan semakin kompetitif. Inilah yang menjadikan Dubai magnet bagi pengusaha internasional," kata Denny.

Paviliun Indonesia menempati area 60 m2, menampilkan enam peserta, yakni empat perusahaan besar dan dua UMKM. Perusahaan tersebut antara lain PT United Family Food, PT Garudafood Putra Putri Jaya, PT Internusafood, PT Dolphin Food and Beverages Industry, serta UMKM CV Arva Indonesia dan CV Cahaya Sinar Utama. Produk yang ditawarkan meliputi permen, cokelat, camilan sehat, keripik tempe, hingga granola.

Menurut Kepala ITPC Dubai, Widy Haryono, partisipasi Indonesia dalam business matching juga membuka peluang besar membangun merek dan kesadaran pasar internasional. "Mengikuti business matching penting untuk menunjukkan kualitas serta keberagaman produk makanan ringan dan kembang gula Indonesia yang sudah sesuai standar internasional," jelas Widy.

Selama tiga hari, Paviliun Indonesia dikunjungi lebih dari seribu calon pembeli dari UEA, Timur Tengah, Afrika, hingga Asia dan Eropa. Sejumlah peserta bahkan telah menjajaki kemitraan dengan mitra dari UEA, Afrika Selatan, dan Palestina yang akan difinalisasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Tangerang, Oktober mendatang.

Selain itu, Widy menekankan, peluang ekspor Indonesia semakin terbuka sejak berlakunya Indonesia-UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) per 1 September 2023 yang memangkas tarif produk makanan ringan dan kembang gula menjadi nol persen.

"Status Indonesia sebagai negara mayoritas muslim dengan kredibilitas sertifikasi halal yang diakui dunia juga menjadi kunci penunjang keberhasilan ekspor," imbuhnya.

Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan Indonesia-UEA pada Januari-Juli 2025 mencapai USD 3,43 miliar, dengan surplus untuk Indonesia sebesar USD 780 juta.

Editor: Gokli