Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Luncurkan Paket Ekonomi 2025, Targetkan Puluhan Ribu Lapangan Kerja Baru
Oleh : Redaksi
Selasa | 23-09-2025 | 14:28 WIB
Paket-II-2025.jpg Honda-Batam
Konferensi pers Program Paket Ekonomi 2025 di Jakarta, Senin (22/9/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah kembali meluncurkan Program Paket Ekonomi semester II tahun 2025 untuk memperkuat momentum pertumbuhan nasional, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan arus investasi. Program yang akan dipercepat hingga awal 2026 ini mencakup delapan inisiatif utama serta diperkuat dengan sejumlah program lanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan salah satu program unggulan adalah magang bagi lulusan perguruan tinggi selama enam bulan. "Program ini menyasar 20 ribu lulusan baru yang maksimal lulus satu tahun sebelumnya. Mereka akan mendapatkan uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP)," ujarnya dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Program Paket Ekonomi 2025 di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Selain itu, pemerintah menyiapkan keringanan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk 552 ribu pekerja sektor pariwisata bergaji di bawah Rp10 juta per bulan. "Diskon PPh 21 sebesar 100% akan diberikan selama tiga bulan pada periode Oktober-Desember 2025," kata Airlangga.

Program lain yang diluncurkan mencakup:

  • Bantuan pangan 18,3 juta KPM berupa 10 kg beras ditambah 2 liter minyak goreng per bulan,
  • Diskon 50% iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi 731 ribu pekerja Bukan Penerima Upah seperti pengemudi ojek, kurir, hingga supir,
  • Relaksasi manfaat perumahan BPJS Ketenagakerjaan berupa suku bunga ringan untuk KPR dan KPA,
  • Program padat karya tunai dengan target 215 ribu pekerja,
  • Paket Nataru berupa PPN DTP tiket pesawat dan diskon transportasi, serta
  • Percepatan deregulasi melalui integrasi RDTR digital ke sistem OSS.

Airlangga menambahkan, sejumlah program juga akan diperpanjang hingga 2026, termasuk PPh final 0,5% bagi UMKM hingga 2029, diskon PPh 21 bagi sektor pariwisata dan industri padat karya, serta PPN DTP properti untuk rumah hingga Rp 5 miliar.

"Untuk mengakselerasi implementasi program prioritas, pemerintah akan membentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) yang segera diusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto," tegas Airlangga.

Pemerintah juga menyiapkan lima program khusus penciptaan lapangan kerja, mulai dari penguatan koperasi desa, replanting perkebunan rakyat, pengembangan kampung nelayan, revitalisasi tambak, hingga modernisasi kapal nelayan. Totalnya, jutaan lapangan kerja baru ditargetkan tercipta dalam tiga tahun mendatang.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, di antaranya Menteri Keuangan, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pariwisata, Menteri Koperasi, Menteri ATR/BPN, Menteri Perumahan Rakyat, Menteri Ekonomi Kreatif, serta perwakilan K/L terkait lainnya.

Editor: Gokli