Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Siapkan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, Tekan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan Jemaah
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 22-09-2025 | 09:48 WIB
AR-BTD-4702-Wamen-Agama.jpg Honda-Batam
Wamenag Romo Muhammad Syafi'i, usai memimpin Doa Bersama di Masjid Agung Sultan Raja Hamidah, Batam Center, Minggu (21/9/2025) malam. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat layanan mandiri yang dilengkapi sarana kesehatan serta akomodasi bagi jemaah haji maupun umrah.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH Romo R Muhammad Syafi'i, menegaskan pengelolaan haji kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah, bukan lagi di Kementerian Agama. Meski demikian, gagasan pembangunan Kampung Haji sudah muncul sejak sebelum kementerian tersebut terbagi.

"Sekarang sudah dipindahkan ke Kementerian Haji dan Umrah yang dipimpin oleh Gus Irfan dan Bang Daniel Anzar Simanjuntak. Jadi mulai tahun ini pelaksanaan haji sepenuhnya ditangani kementerian tersebut," ujar Wamenag Romo Muhammad Syafi'i, usai memimpin Doa Bersama di Masjid Agung Sultan Raja Hamidah, Batam Center, Minggu (21/9/2025) malam.

Menurutnya, Kampung Haji akan menyediakan fasilitas kesehatan sendiri agar pelayanan lebih efisien dan mandiri. Keberadaan fasilitas itu diharapkan mampu mengurangi durasi keberangkatan jemaah di Tanah Suci, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Wamenag menyebut progres pembangunan telah berjalan dengan ketersediaan lahan dan proses perizinan yang sedang diproses. "Tanah sudah ada, sedang diproses perizinan, dan tim teknis akan segera berangkat lagi ke Mekkah," terangnya.

Dasar hukum pembangunan juga dinilai kuat karena telah ada instruksi presiden yang menunjuk beberapa kementerian untuk mendukung teknis pelaksanaannya. Rencana pembangunan ditargetkan dimulai pada akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan.

Adapun kapasitas Kampung Haji diperkirakan dapat menampung 300 hingga 500 jemaah. Fasilitas tersebut tidak hanya digunakan pada musim haji, tetapi juga bisa dimanfaatkan jemaah umrah asal Indonesia maupun mancanegara.

Wamenag menambahkan, ada dua opsi lahan yang sedang dipertimbangkan. Pertama, lahan seluas 50 hektare di Jabalnur yang ditawarkan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed (MBZ). Kedua, lahan 38,6 hektare milik Pakubuwono X yang berlokasi lebih dekat ke Masjidil Haram.

"Tanah itu sudah teruji legalitasnya di pengadilan dan dimenangkan oleh pihak Pakubuwono," jelasnya.

Dengan dua opsi lahan strategis tersebut, pemerintah optimistis Kampung Haji Indonesia dapat segera terealisasi. "Kita optimis ini akan cepat terealisasi, kementerian teknis akan segera bekerja," pungkas Wamenag Romo Muhammad Syafi'i.

Editor: Gokli