Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Luncurkan Program PPDS RSPPU, 58 Dokter Spesialis Siap Kembali ke Daerah
Oleh : Redaksi
Rabu | 10-09-2025 | 10:08 WIB
dokter-spesialis2.jpg Honda-Batam
Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (PPDS RSPPU). (Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (PPDS RSPPU) dengan menempatkan 58 peserta dari berbagai daerah yang mengalami kelangkaan tenaga medis. Seluruh peserta angkatan pertama dipastikan akan kembali bertugas di daerah asal setelah menyelesaikan masa pendidikan.

Ketua Program PPDS RSPPU sekaligus Dirjen Kesehatan Lanjutan, dr Azhar Jaya, menegaskan program ini dirancang untuk menutup kesenjangan distribusi dokter spesialis di Indonesia. "Yang hadir di sini tidak ada yang berasal dari kota besar, semuanya dari daerah-daerah yang dokter spesialisnya mengalami kelangkaan," ujarnya dalam acara Orientasi PPDS RSPPU di Jakarta, Senin (8/9/2025).

Peserta program berasal dari beragam bidang studi, mulai dari Ilmu Kesehatan Anak, Neurologi, Jantung dan Pembuluh Darah, Onkologi Radiasi, Orthopaedi dan Traumatologi, hingga Ilmu Kesehatan Mata. Mereka akan ditempatkan di sejumlah rumah sakit rujukan nasional, yakni RS PON, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Mata Cicendo, RS Ortopaedi Soeharso Solo, serta RSAB Harapan Kita.

Pada tahap orientasi awal, peserta diperkenalkan dengan peran, tanggung jawab, sistem pembelajaran, dan etika profesi. Selanjutnya, orientasi dilanjutkan di masing-masing rumah sakit agar peserta memahami pola serta budaya kerja di tempat tugasnya.

Azhar memastikan bahwa setiap peserta terikat komitmen formal melalui perjanjian kerja. "Bapak Ibu semua adalah peserta didik sekaligus pekerja. Oleh sebab itu, sebelum masuk akan ada penandatanganan komitmen dan indikator kinerja," tegasnya.

Program PPDS RSPPU diharapkan mampu memperbaiki distribusi dokter spesialis secara merata di seluruh Indonesia. Dengan rekrutmen berbasis kebutuhan daerah, pemerintah menargetkan tidak ada lagi rumah sakit di daerah yang kesulitan mendapatkan tenaga ahli.

"Saya sudah berbicara dengan Bapak Ibu di sini, semuanya akan kembali ke daerah masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan," kata Azhar.

Editor: Gokli