Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

CT Scan Rendah Dosis Disiapkan di Seluruh Kota

Menkes Budi Luncurkan Program Skrining Kanker Paru Nasional
Oleh : Redaksi
Senin | 08-09-2025 | 12:48 WIB
budi-menkes.jpg Honda-Batam
Menkes Budi Gunadi Sadikin, dalam Pertemuan Tahunan ke-5 Asian Association for Pediatric and Congenital Heart Surgery (AAPCHS) yang dirangkaikan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia (PIT HBTKVI) di Bali, Jumat (5/9/2025). (Foto: Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Bali - Pemerintah menetapkan kanker paru sebagai prioritas utama pembangunan infrastruktur kesehatan nasional. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, menegaskan strategi utama bukan pada pengobatan, melainkan deteksi dini, guna menekan angka kematian akibat kanker tertinggi di Indonesia.

"Kanker, strateginya bukan pada pengobatan, tetapi pada deteksi dini. Kalau bisa diidentifikasi sejak awal, peluang hidup pasien jauh lebih besar," kata Menkes Budi, dalam Pertemuan Tahunan ke-5 Asian Association for Pediatric and Congenital Heart Surgery (AAPCHS) yang dirangkaikan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia (PIT HBTKVI) di Bali, Jumat (5/9/2025).

Menkes menekankan pentingnya skrining karena kanker paru merupakan penyebab kematian nomor satu akibat kanker di Tanah Air. "Jika terdeteksi pada stadium satu, terapinya bukan kemoterapi atau radioterapi, melainkan operasi," jelasnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah tengah mendistribusikan CT Scan dosis rendah ke seluruh kota di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan fasilitas kesehatan melakukan skrining kanker paru secara cepat, akurat, dan merata.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan 514 laboratorium imunohistokimia untuk meningkatkan akurasi diagnosis. Di tingkat provinsi, akan dikembangkan laboratorium patologi anatomi berbasis Next Generation Sequencing (NGS) sehingga diagnosis dapat dilakukan lebih cepat sekaligus menunjang terapi yang lebih tepat sasaran.

Menurut Menkes, peningkatan fasilitas skrining akan berdampak signifikan pada jumlah pasien yang terdiagnosis lebih awal dan mendapat penanganan tepat waktu.

"Apapun infrastrukturnya, ujungnya kembali pada manusianya. Tapi dengan skrining yang lebih baik, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa," tegas Budi.

Program deteksi dini kanker paru ini menjadi bagian dari strategi besar Kemenkes untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular, khususnya kanker dan jantung, sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan Indonesia di masa depan.

Editor: Gokli