Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kecelakaan Maut di Tiban, Pengemudi Wuling Tewas, Sejumlah Pengendara Roda Dua Terluka
Oleh : Irwan/Aldy Daeng
Minggu | 31-08-2025 | 13:08 WIB
3108_laka-maut-tiban_2025.jpg Honda-Batam
Crane menimpah mobil Wuling di i lampu merah Tiban Center, Sabtu (30/8/2025) siang (Foto: Irwan)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kecelakaan Lalulintas kembali terulang di lampu merah Tiban Center, Sabtu (30/8/2025) siang atau sekira pukul 13.00 WIB. Insiden ini menewaskan satu orang penumpang Wuling yang terjebak di dalam mobil.

Sebuah truk crane bernomor polisi (BP) 9764 ZE berwarna biru menghantam sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.

Satu orang pengemudi Wuling BP 1472 CO dilaporkan meninggal dunia meski sempat dibawa ke RSBP, Sekupang.

"Meninggal. Saat dievakuasi tubuhnya tak lagi bergerak," kata Amran saksi di lokasi kejadian.

Kronologi kejadian kecelakaan diketahui saat truk crane melaju dari arah Tiban menuju Baloi, Lubuk Baja, di penurunan Tiban Center truk lepas kendali dan menghantam sejumlah pengendara yang berada di lampu merah.

Naas pagi pengemudi Wuling berwarna merah yang diketahui bernama Renni tak sempat menyelamatkan diri. Tubuhnya terhimpit di antara kursi penumpang hingga terjepit truk crane.

"Kejadiannya begitu cepat, pengendara yang berada di lampu merah tak sempat menyelamatkan diri," ujar saksi lainnya dilokasi.

Tak hanya Renni yang menjadi korban, pengendara roda dua juga turut terluka akibat kecelakaan tersebut.

Menurut kesaksian warga, Azizah, truk tersebut melaju dari arah Sekupang menuju lampu merah Tiban Princes. Dalam perjalanannya, kendaraan berat itu menabrak taman jalan, menyerempet beberapa pengendara motor, lalu menghantam mobil Wuling hingga ringsek tak berbentuk.

"Tadi ada pengendara motor juga yang kena, tapi langsung dibawa ke rumah sakit. Untuk mobil, di dalamnya ada seorang perempuan, dan sempat teriak minta tolong," ungkap Azizah.

Ironisnya, sopir truk crane langsung kabur meninggalkan lokasi usai kejadian. Hingga berita ini diturunkan, keberadaannya masih dalam pencarian pihak kepolisian.

Proses evakuasi berjalan dramatis. Mobil yang ringsek membuat perempuan di kursi pengemudi sulit dikeluarkan. Tim Damkar Kota Batam yang datang dengan peralatan khusus harus berjuang mengevakuasi korban.

Komandan Pos Damkar Sei Panas, Budi Ariobowo, mengungkapkan kendala terbesar justru datang dari kerumunan warga yang memadati lokasi.

"Agak kesulitan karena warga terlalu dekat, banyak yang hanya menonton. Tapi alhamdulillah korban berhasil kami evakuasi meski sudah meninggal dunia,” kata Budi.

Ia menegaskan, korban yang berhasil dievakuasi hanya satu orang perempuan, ditemukan sudah tidak bernyawa di kursi pengemudi.

Warga Jadi Penonton, Petugas Minta Ruang

Budi menyayangkan sikap sebagian warga yang lebih memilih menonton ketimbang membantu menciptakan ruang aman bagi petugas.

"Kami sudah minta mereka mundur, tapi masih saja berdesakan. Ya, mau bagaimana lagi. Kami tetap semangat menjalankan tugas walaupun ada gangguan," ujarnya.

Saat ini, petugas kepolisian masih mengidentifikasi jumlah korban luka dari pengendara lain yang terseret dalam kecelakaan beruntun tersebut.

Mobil derek dan alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi bangkai mobil yang terhimpit truk crane. Sementara supir truk masih dalam pengejaran polisi.

Editor: Surya