Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Transaksi Gebyar Melayu Pesisir 2025 Tembus Rp 16 Miliar, UMKM Kepri Siap Go Internasional
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 25-08-2025 | 15:28 WIB
Ka-BI-Kepri3.jpg Honda-Batam
Kepala BI Kepri, Rony Widijarto, saat penutupan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) di One Batam Mall, Batam Center, Minggu (24/8/2025). (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam - Ajang Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 resmi ditutup di One Batam Mall, Batam Center, Minggu (24/8/2025), dengan capaian mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 16 miliar.

Angka ini melampaui perolehan tahun lalu yang hanya Rp 12,3 miliar, sekaligus menegaskan kesiapan UMKM Kepulauan Riau menembus pasar ekspor. "Dari total transaksi tersebut, Rp 12,8 miliar berasal dari penjualan UMKM, termasuk ekspor. Sementara Rp 3,2 miliar sisanya dari business matching," ungkap Kepala BI Kepri, Rony Widijarto, usai penutupan.

Rony menekankan, capaian itu bukan semata angka, melainkan sinyal kuat bahwa UMKM Kepri semakin kompetitif. "Pencapaian ini sangat baik dan memuaskan. Ini menunjukkan tren positif sekaligus hasil nyata dari pembinaan yang kita lakukan," tegasnya.

Selama penyelenggaraan, GMP 2025 tidak hanya menghadirkan transaksi, tetapi juga pelatihan, kurasi produk, hingga inkubasi usaha. Panggung mall yang biasanya dipenuhi aktivitas belanja, berubah menjadi etalase karya lokal seperti batik pesisir, kriya Melayu, kuliner khas, hingga produk digital inovatif.

Produk-produk itu mendapat sambutan antusias, bahkan sebagian berhasil menarik minat buyer luar negeri melalui sesi business matching. "Ekspor menjadi bagian penting. Kita ingin UMKM Kepri tidak hanya jago kandang, tetapi juga bisa bersaing di luar negeri," ujar Rony.

Selain transaksi, GMP 2025 turut memperkuat ekosistem pembayaran digital melalui QRIS. Bank Indonesia mencatat, hingga Juli 2025, volume transaksi QRIS sudah menembus 40 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp 5 triliun. Angka itu mendekati target 50 juta transaksi hingga akhir tahun.

"Digitalisasi pembayaran lewat QRIS sudah menjadi kebutuhan. Kita optimis target 50 juta volume transaksi bisa tercapai tahun ini," ucap Rony penuh keyakinan.

Apresiasi juga datang dari Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Adi Prihantara. Menurutnya, GMP memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Melayu Pesisir 2025. Apa yang dilakukan BI dan para pelaku UMKM ini jelas memberi nilai positif bagi perekonomian Kepri," kata Adi.

Adi menambahkan, keberlanjutan kegiatan seperti GMP menjadi momentum strategis bagi branding Kepri sebagai daerah kaya potensi kreatif. "Ini momentum terbaik bagi UMKM. Membuktikan branding kita bisa bersaing," ujarnya.

Meski ditutup dengan catatan transaksi Rp 16 miliar, GMP 2025 diyakini meninggalkan warisan lebih besar: optimisme baru, jejaring usaha yang meluas, serta digitalisasi yang semakin mengakar. "Yang kita pikirkan bukan hanya besarnya angka, tapi bagaimana capaian ini bisa terus berkelanjutan," pungkas Rony.

Editor: Gokli