Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BI Kepri Luncurkan QRIS Jelajah Indonesia 2025, Satukan Digitalisasi dan Budaya Lokal
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 23-08-2025 | 14:48 WIB
Qris-JI-2025.jpg Honda-Batam
BI Perwakilan Kepri meluncurkan program QRIS Jelajah Indonesia 2025 sebagai upaya mempercepat adopsi pembayaran digital sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Nusantara di Kantor BI Kepri, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) meluncurkan program QRIS Jelajah Indonesia 2025 sebagai upaya mempercepat adopsi pembayaran digital sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Nusantara. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak lebih akrab menggunakan QRIS, tetapi juga diajak meresapi nilai kearifan lokal.

"Peserta nantinya akan turun langsung ke masyarakat, melakukan edukasi dan sosialisasi. Harapannya, penggunaan QRIS semakin meluas di Kepri," ujar Kepala Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Kepri, Husni Naparin, saat melepas peserta di Kantor BI Kepri, Sabtu (23/8/2025).

Program ini diikuti oleh 22 tim dengan total 66 peserta. Mereka tidak sekadar berkompetisi, melainkan juga menjalankan misi sosialisasi langsung di lapangan, mulai dari edukasi digital hingga pengenalan manfaat QRIS bagi aktivitas sehari-hari.

Program Nasional di 46 Kantor BI

Kepala BI Perwakilan Provinsi Kepri, Rony Widijarto, menjelaskan QRIS Jelajah Indonesia digelar serentak di 46 kantor BI seluruh Indonesia dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga komunitas budaya.

"Melalui QRIS Jelajah Indonesia ini, BI Kepri ingin meningkatkan literasi dan edukasi penggunaan QRIS. Pendekatannya tidak hanya edukasi digital, tetapi juga dikolaborasikan dengan budaya lokal agar lebih dekat dan melekat di hati masyarakat," jelas Rony.

Selain sosialisasi pembayaran digital, kegiatan ini juga menghadirkan lomba-lomba bernuansa budaya. Konsep tersebut dipilih agar literasi keuangan tidak terasa kaku, melainkan menyenangkan sekaligus menyentuh masyarakat secara emosional.

"Harapan ke depan, QRIS tidak hanya sekadar menjadi alat transaksi, tetapi juga bagian dari budaya masyarakat dalam bertransaksi sehari-hari," tambahnya.

Transaksi QRIS di Kepri Tembus Rp 5 Triliun

Rony juga menyoroti perkembangan positif penggunaan QRIS di Kepri. Pada 2024, tercatat 33 juta volume transaksi dengan nilai mencapai Rp 5,20 triliun. Sementara hingga Juli 2025, transaksi sudah mencapai 4 juta volume dengan nilai lebih dari Rp 5 triliun.

"Semoga saja pada akhir 2025 jumlahnya bisa mencapai target 50 juta volume transaksi," ungkap Rony optimistis.

Peningkatan itu sejalan dengan bertambahnya jumlah merchant yang menerima pembayaran QRIS. Menurut Rony, masyarakat kini semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital dalam keseharian. "Dari waktu ke waktu progresnya sangat baik. Merchant terus bertambah, dan masyarakat semakin terbiasa. Ini menunjukkan bahwa QRIS sudah diterima luas," ujarnya.

Digitalisasi yang Menguatkan Pariwisata

Bagi BI Kepri, QRIS Jelajah Indonesia bukan sekadar kampanye digitalisasi. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan budaya. Dengan menggabungkan transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH) bersama promosi budaya lokal, wisatawan diharapkan semakin tertarik menjelajahi Kepri.

"QRIS hadir bukan hanya sebagai solusi transaksi, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan dunia pariwisata dan budaya," tutup Rony.

Editor: Gokli