Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tuntut Upah Layak, Ratusan Buruh di Lobam Gelar Unjuk Rasa
Oleh : hrj/dd
Senin | 26-11-2012 | 14:37 WIB
lobam-bakar-ban.gif Honda-Batam
Aksi bakar ban mewarnai unjuk rasa buruh di Lobam.

TANJUNGUBAN, batamtoday - Ratusan buruh yang tergabung dalam SPSI Lem dan FPMI melakukan unjuk rasa, di jalan masuk kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam, Senin (26/11/2012). 


Para buruh dalam orasinya meminta kepada pemerintah untuk menaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan pada tahun 2013, secara signifikan. 

Berdasar informasi yang dihimpun dilapangan, buruh yang melakukan aksi unjukrasa tersebut berasal dari perusahaan KIB Lobam diantara PT. AMC, Esco, A and One, Singatac, Sanden, PT. Bintan Jaya Bintan Timur, serta puluhan anggota FSPMI dari Batam.

Dalam kesempatan tersebut Hasparizal Handra, Kadisnaker Bintan, mengajak berunding perwakilan serikat yang melakukan unjukrasa di kantor Bupati Bintan di Bintan Bunyu.  Dimana, masing-masing serikat diwakili oleh 8 orang perwakilan. Hingga berita ini dibuat, hasil dari perundingan antara pihak perwakilan buruh dan pemerintah, belum diketahui.

Untuk mengamankan aksi unjukrasa tersebut, AKBP Octo Budhi Prasetyo Kaporles Bintan, secara langsung turun ke lapangan bersama Wakapolres, Kabag Ops dan sejumlah Perwira polisi serta anggota Brimob. Selain itu turut siaga dilapangan sejumlah Personil dari TNI, Satpol PP serta puluhan anggota Satpam Kawasan Industri. 

Sementara, Ansar Ahmad, Bupati Bintan, menanggapi aksi unjukrasa tersebut kepada batamtoday, mengatakan aksi unjukrasa yang dilakukan oleh buruh dan menuntut kenaikan UMK lebih tinggi hal tersebut hal yang wajar saja. 

"Kalau mereka melakukan unjukrasa, itu sah-sah saja. Asalkan jangan berbuat anarkis," harapnya.

Dijelaskan Ansar, pihak pemerintah akan tetap akan berusaha untuk meningkatkan kenaikan UMK secara bertahap dan akan terus mengejar Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Dimana Pemkab Bintan, telah membwrikan dukungan dengan memebrikan bantuan berupa bus untuk para karyawan. "Kita sudah siapkan bantuan bus untuk memperingan transportasi buruh, Selain itu, sampai saat ini, yang diharapkan agar serikat membentuk koperasi belum terealisasi," katanya. 

Pembentukan koperasi tersebut bertujuan agar melalui koperasi buruh Pemerintah bisa membantu dan menyalurkan kebutuhan pokok melalui koperasi berupa kios yang di bentuk oleh serikat. 

"Tapi sampai saat ini, koperasi belum terbentuk, padahal sudah kita siapkan," katanya.