Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dorong Hilirisasi dan Konsumsi Nasional, KKP Tawarkan 244 Produk Olahan Ikan
Oleh : Redaksi
Selasa | 12-08-2025 | 16:08 WIB
produk-olahan-ikan.jpg Honda-Batam
KKP mengembangkan 244 produk inovatif berbahan baku hasil perikanan sebagai upaya mendorong hilirisasi industri dan meningkatkan angka konsumsi ikan nasional. (Foto: KKP)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan 244 produk inovatif berbahan baku hasil perikanan sebagai upaya mendorong hilirisasi industri dan meningkatkan angka konsumsi ikan nasional. Lebih dari separuh produk tersebut telah diadopsi pelaku usaha dan dinilai berpotensi besar menjadi peluang bisnis masyarakat.

Berdasarkan data Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan Perikanan (BBP3KP), sebanyak 143 produk olahan telah dikembangkan pelaku usaha, dengan abon ikan lembaran dan bakso ikan menjadi yang paling diminati.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Tornanda Syaifullah, mengatakan inovasi ini sekaligus bertujuan mengubah persepsi negatif masyarakat tentang ikan. "Peluang usaha hilirisasi ini sangat besar. Kami ingin membangun kebiasaan konsumsi ikan dengan menghadirkan produk olahan yang inovatif, mudah diolah, dan menarik, sekaligus menghapus persepsi negatif seperti bau amis, alergi, atau takut duri," ujarnya dalam keterangan resmi KKP, Minggu (10/8/2025).

Melalui program Mobil Alih Teknologi dan Informasi (ATI), tim BBP3KP rutin memperkenalkan ratusan produk hasil hilirisasi ikan dan rumput laut ke berbagai daerah, menyasar ibu rumah tangga, anggota PKK, hingga pelajar.

Produk yang diperkenalkan meliputi abon ikan lembaran, mie kristal berbahan rumput laut, cookies ikan, hingga produk biofarmakologi seperti albumin dan kolagen yang diekstrak dari kulit dan tulang ikan.

Kepala BBP3KP, Rahmadi Sunoko, menuturkan edukasi langsung ke masyarakat menjadi kunci untuk mendorong konsumsi ikan. "Masih banyak masyarakat enggan mengonsumsi ikan karena kurang memahami manfaatnya atau belum mengetahui cara pengolahan yang variatif dan menarik," jelasnya.

Salah satu kegiatan terbaru Mobil ATI berlangsung di Leuwikaret, Bogor, bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP Arrahmaniyah untuk memperluas jangkauan edukasi.

Program ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang terus menggalakkan kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) serta makan bergizi gratis menu ikan. Upaya ini diharapkan berdampak pada peningkatan gizi masyarakat sekaligus kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Editor: Gokli