Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KBRI London Jembatani Kolaborasi Industri Gim Indonesia-Inggris Lewat Scotnesia Game Exchange
Oleh : Redaksi
Selasa | 12-08-2025 | 14:48 WIB
SGE-RI-London.jpg Honda-Batam
KBRI London memfasilitasi pertemuan pelaku industri gim dari Indonesia dan Inggris, khususnya Skotlandia, melalui forum Scotnesia Game Exchange pada Kamis (7/8/2025). (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London memfasilitasi pertemuan pelaku industri gim dari Indonesia dan Inggris, khususnya Skotlandia, melalui forum Scotnesia Game Exchange pada Kamis (7/8/2025). Agenda ini menjadi langkah strategis memperkuat jejaring dan membuka peluang kolaborasi lintas negara di sektor gim.

Kegiatan yang digelar bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI), Scottish Games Network, dan The Lazy Monday ini mendapat dukungan Pemerintah Skotlandia. Rangkaian acara meliputi diskusi panel, demonstrasi gim, dan sesi live streaming yang mempertemukan pengembang serta komunitas gamer dari kedua negara.

Duta Besar RI untuk Inggris, Desra Percaya, dalam sambutannya menekankan bahwa sinergi Indonesia-Inggris dapat menjadi katalis pertumbuhan industri gim yang inklusif dan inovatif. "Kolaborasi Indonesia-Inggris akan semakin membuka peluang bagi industri gim Indonesia untuk tumbuh dan berkembang, serta saling melengkapi kebutuhan masing-masing ekosistem," ujar Dubes Desra, mengutip laman Kemlu.

Acara ini menghadirkan dua sesi diskusi panel yang membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan gim, dan investasi. Sementara itu, live streaming lintas negara semakin memeriahkan suasana: streamer Skotlandia memainkan gim karya pengembang Indonesia, yakni Petit Island (Xelo Digital) dan Grim Trials (Glory Jam), sedangkan streamer Indonesia menjajal gim asal Skotlandia, Farewell North (Kyle Banks) dan Observation (Screen Burn Interactive).

Antusiasme pelaku industri dan komunitas gim dari kedua negara menunjukkan besarnya potensi Scotnesia Game Exchange sebagai platform kolaborasi kreatif. Secara global, industri gim menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif dengan pertumbuhan tercepat, sekaligus lahan subur bagi inovasi melalui kemitraan internasional.

Indonesia, dengan 150 juta gamer dan nilai transaksi sekitar USD 1,6 miliar pada 2023, merupakan pasar gim terbesar di Asia Tenggara. Sementara Inggris memiliki ekosistem gim yang mapan, didukung komunitas aktif, inkubator teknologi, universitas terkemuka, sumber pendanaan, dan kebijakan pemerintah. Skotlandia sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan gim di Inggris, dengan klaster utama di Glasgow, Dundee, dan Edinburgh.

Editor: Gokli