Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pegadaian Konsolidasikan Bank Sampah Tiga Provinsi, Dorong Pengelolaan Sampah Menuju Ekonomi Sirkular
Oleh : Aldy
Selasa | 05-08-2025 | 15:48 WIB
bank-sampah.jpg Honda-Batam
PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru menggelar konsolidasi nasional bank sampah binaannya dengan melibatkan para penggerak dari tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau di Hotel Aston In Gideon, Batam, pada Senin (4/8/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru menggelar konsolidasi nasional bank sampah binaannya dengan melibatkan para penggerak dari tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Aston In Gideon, Batam, pada Senin (4/8/2025), sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat menuju ekonomi sirkular.

Kegiatan yang didukung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi, membagikan praktik baik, serta merumuskan solusi kolaboratif dalam menghadapi persoalan sampah antarwilayah.

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Eko Supriyanto, menyampaikan pihaknya saat ini telah membina 425 bank sampah di seluruh Indonesia. Melalui program #SampahJadiEmas, masyarakat dapat menukarkan sampah menjadi tabungan emas. Hingga saat ini, sebanyak 9 kilogram emas telah terkumpul dari aktivitas tersebut.

"Ini bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Eko dalam sambutannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Drs Taufik, AP, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pegadaian dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

"Kami mengapresiasi peran Pegadaian, tidak hanya dalam edukasi, tetapi juga pemberdayaan dan insentif nyata yang mendorong partisipasi aktif masyarakat," kata Taufik.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI), Mina Dewi, menyoroti pentingnya peran komunitas dalam mendukung gerakan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, dukungan Pegadaian tidak hanya terbatas pada aspek finansial.

"Pegadaian juga membangun ekosistem yang mendukung, termasuk memperkuat organisasi seperti FORSEPSI agar suara para pegiat bank sampah lebih terdengar dan berdaya," tutur Mina.

Kegiatan konsolidasi ini diisi dengan sejumlah agenda seperti diskusi tematik, identifikasi tantangan lintas daerah, pemaparan kisah sukses bank sampah, serta penyusunan langkah aksi kolektif untuk memperkuat jejaring pengelolaan sampah.

Melalui inisiatif ini, Pegadaian menegaskan komitmennya sebagai agen perubahan sosial dan lingkungan. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih bersih, hijau, dan berdaya bagi masyarakat Indonesia.

Editor: Gokli