Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Prabowo Jadi Presiden RI Pertama Hadiri Bastille Day, Simbol Strategis Hubungan Indonesia-Prancis
Oleh : Redaksi
Selasa | 15-07-2025 | 10:48 WIB
Bastille-Day.jpg Honda-Batam
Kontingen Indonesa dalam parade upacara Hari Nasional Prancis atau Bastille Day di Paris, Senin (14/7/2025). (Foto: Setkab)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mencatat sejarah sebagai kepala negara pertama dari Indonesia yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam upacara Hari Nasional Prancis atau Bastille Day di Paris, Senin (14/7/2025).

Kehadiran Prabowo merupakan bagian dari undangan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang sekaligus menandai puncak peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis.

"Kehormatan ini mencerminkan semakin eratnya hubungan kedua negara, sekaligus menempatkan Indonesia di panggung diplomasi internasional bersama negara-negara mitra strategis Prancis," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal, dalam keterangan tertulis, Senin (14/7/2025).

Bastille Day, yang mulai digelar secara resmi sejak 1880, tak hanya menjadi perayaan Revolusi Prancis, tetapi juga berfungsi sebagai ajang diplomasi global. Tradisi mengundang pemimpin negara lain sebagai tamu kehormatan dalam parade Bastille Day mulai dikenal luas pada akhir abad ke-20.

Dalam upacara tersebut, tamu kehormatan biasanya menempati podium utama bersama Presiden Prancis dan tokoh-tokoh penting negara tuan rumah. Selain itu, negara tamu juga kerap menampilkan kontingen militernya secara simbolis dalam parade.

"Presiden Prabowo berada sejajar dengan para pemimpin dunia lain yang pernah diundang, seperti Nelson Mandela pada 1996, Luiz Inacio Lula da Silva pada 2005, Donald Trump pada 2017, hingga Narendra Modi pada 2023," tambah Iqbal.

Menurut Iqbal, undangan Prancis kepada Presiden Prabowo bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang, termasuk pertahanan, ekonomi, dan kebudayaan.

"Ini menjadi tonggak baru hubungan bilateral Indonesia-Prancis. Kita berharap kunjungan Presiden Prabowo menghasilkan kerja sama strategis yang makin konkret dan saling menguntungkan," pungkas Iqbal.

Editor: Gokli