Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Politik, IEU-CEPA Siap Difinalisasi Tahun Ini
Oleh : Redaksi
Senin | 14-07-2025 | 14:08 WIB
Air-Maros.jpg Honda-Batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, dan Komisioner Perdagangan Komisi Eropa, Maros Sefcovic, di Berlaymont Building, Brussel, Minggu (13/7/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Perundingan panjang Indonesia dan Uni Eropa dalam kerangka Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) memasuki babak akhir, menyusul tercapainya kesepakatan politik tingkat tinggi antara kedua pihak.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan dan pertukaran surat (exchange of letters) antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, dan Komisioner Perdagangan Komisi Eropa, Maros Sefcovic, di Berlaymont Building, Brussel, Minggu (13/7/2025).

Pertemuan Airlangga dan Sefcovic diawali dengan perbincangan tertutup sebelum dilanjutkan penyerahan surat yang memuat apresiasi atas capaian perundingan serta komitmen bersama untuk menyelesaikan negosiasi secara konklusif. Kesepakatan ini dianggap sebagai tonggak penting yang memperkuat keseriusan kedua pihak dalam menuntaskan perundingan menuju penandatanganan IEU-CEPA pada 2025, dengan semangat menciptakan solusi yang adil dan saling menguntungkan.

"Saya menyampaikan apresiasi atas komitmen berkelanjutan dan keterlibatan konstruktif dari Uni Eropa. Dukungan Komisioner Maros dan tim perunding kedua negara sangat berarti dalam seluruh proses perundingan IEU-CEPA," ujar Airlangga, demikian dikutip laman resmi Kemenko Perekonomian.

Di pihak lain, Komisioner Maroš menilai kesepakatan politik ini menjadi pencapaian paling signifikan sejak perundingan dimulai pada 2016. "Kesepakatan politik ini menjadi capaian paling penting dalam proses perundingan yang telah berlangsung sejak tahun 2016. Kami berdedikasi untuk memperkuat hubungan dengan kawasan Asia Tenggara, dan IEU-CEPA menjadi instrumen kunci untuk itu," jelas Sefcovic.

Indonesia, dengan populasi lebih dari 285 juta jiwa, dinilai sebagai pasar potensial dan dinamis, sementara Uni Eropa yang memiliki lebih dari 400 juta penduduk tetap menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama dunia. Lewat IEU-CEPA, sekitar 80 persen pos tarif antara kedua pihak akan dihapuskan, membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas.

Finalisasi perundingan IEU-CEPA diumumkan secara resmi dalam pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang digelar di hari yang sama. Dalam konferensi pers bersama, kedua pemimpin menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis dan mempercepat penyelesaian kesepakatan perdagangan tersebut.

Presiden Von der Leyen menekankan bahwa IEU-CEPA akan memperkuat rantai pasok bahan baku penting, khususnya bagi industri teknologi bersih dan baja Eropa. "Perjanjian ini juga akan membantu memperkuat rantai pasok bahan baku kritis yang penting bagi industri teknologi bersih dan baja Eropa. Saya kini menantikan penyelesaian perjanjian ini secara cepat," ujar Von der Leyen.

Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada tim perunding kedua belah pihak yang berhasil mengurai isu-isu utama yang sebelumnya menjadi kendala. "Saya juga sangat senang melihat para menteri dan komisioner dari kedua belah pihak berhasil mencapai, yang saya sebut, terobosan strategis. Saat ini, tidak ada lagi isu utama yang menjadi perbedaan antara Uni Eropa dan Indonesia dan itu adalah sesuatu yang luar biasa," kata Presiden Prabowo.

Kesepakatan politik ini membawa perundingan IEU-CEPA semakin dekat ke garis akhir setelah hampir satu dekade perundingan yang mencakup 19 putaran formal dan berbagai pertemuan teknis. Dari pihak Indonesia, koordinasi perundingan teknis selama ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan.

Turut hadir dalam pertemuan bilateral ini antara lain Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Nidya Kartikasari, serta Chief Negotiator Uni Eropa Fabien Gehl.

Editor: Gokli