Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-AS Intensif Bahas Tarif Resiprokal, Airlangga: Tiga Minggu ke Depan Jadi Kunci
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 11-07-2025 | 12:48 WIB
RI-AS2.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, dalam pertemuan dengan Pemerintah AS di Washington DC pada Rabu (9/7/2025), guna membahas lanjutan kebijakan tarif pemerintahan Presiden Donald Trump yang direncanakan efektif mulai 1 Agustus 2025. (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus bergerak cepat merespons kebijakan tarif baru yang akan diberlakukan Amerika Serikat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin langsung pertemuan dengan Pemerintah AS di Washington DC pada Rabu (9/7/2025), guna membahas lanjutan kebijakan tarif pemerintahan Presiden Donald Trump yang direncanakan efektif mulai 1 Agustus 2025.

Pertemuan digelar tak lama setelah Presiden Trump mengirimkan surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto pada 7 Juli 2025, yang berisi rincian tarif resiprokal terhadap Indonesia. Airlangga ditemui langsung oleh US Secretary of Commerce, Howard Lutnick, serta United States Trade Representative, Jamieson Greer, dua pejabat kunci yang menangani kebijakan perdagangan.

"Kita sudah memiliki pemahaman yang sama dengan AS terkait progres perundingan. Kita akan mengoptimalkan waktu dalam tiga minggu ke depan untuk secara intensif merundingkan lebih lanjut dan menuntaskan perundingan tarif ini dengan prinsip yang saling menguntungkan," kata Airlangga.

Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang diterima Pemerintah AS untuk membahas kebijakan tarif baru tersebut, mencerminkan komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas hubungan dagang.

Airlangga mengungkapkan, sejauh ini negosiasi berjalan konstruktif dan telah menghasilkan kesepakatan awal di beberapa bidang strategis, termasuk isu tarif, hambatan non-tarif, ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta kerja sama investasi dan komersial.

"Perundingan kali ini berjalan sangat baik, sama seperti beberapa perundingan sebelumnya, memberikan ruang untuk mencapai kesepakatan lebih lanjut, baik terkait besaran tarif resiprokal maupun tawaran yang disampaikan Indonesia," jelasnya.

Ia menegaskan, hubungan Indonesia dan Amerika Serikat selama ini terjalin erat dan akan terus diperkuat, terutama di sektor perdagangan dan investasi. "Kita ingin meningkatkan hubungan komersial Indonesia dengan AS. Beberapa hari lalu, perusahaan-perusahaan Indonesia di bidang energi dan pertanian telah menandatangani MoU dengan perusahaan dan asosiasi usaha AS untuk pembelian produk unggulan mereka sekaligus mendorong investasi," tambah Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga menyinggung potensi kerja sama di sektor mineral kritis (critical minerals), mengingat Indonesia memiliki cadangan besar nikel, mangan, kobalt, dan tembaga. "Pihak AS menunjukkan ketertarikan yang kuat untuk mendorong kemitraan di bidang critical minerals. Kita perlu mengoptimalkan potensi kerja sama dan investasi dalam pengolahan mineral kritis ini bersama-sama," papar Airlangga.

Indonesia dan Amerika Serikat sepakat memanfaatkan waktu tiga minggu ke depan untuk merumuskan kesepakatan tarif resiprokal yang adil dan saling menguntungkan. Kedua negara meyakini, hasil perundingan ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kerja sama bilateral di masa mendatang.

Turut mendampingi Menko Airlangga dalam kunjungan ini antara lain Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.

Editor: Gokli