Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemegang Polis AXA Mandiri di Bintan Merasa Tertipu, 4 Tahun Uang Diinvetasikan Malah Berkurang
Oleh : Harjo
Selasa | 27-05-2025 | 17:08 WIB
Polis-Asuransi1.jpg Honda-Batam
Polis AXA Mandiri milik Wie Tak alias Atek warga Tanjunguban Bintan. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Wei Tak, warga Tanjunguban, Kecamatan Bintam Utara, Bintan, pemegang polis PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) sejak tahun 2021 merasa tertipu. Pasalnya, apa yang dijanjikan awal oleh pihak Pimpinan Bank Mandiri Cabang Tanjunguban atau AXA mandiri, tidak sesuai dengan kenyataan.

"Pada April 2021 pimpinan cabang Bank Mandiri Tanjunguban berinisial JS, bersama rekannya LS, datang ke toko. Saat itu menawarkan asuransi AXA Mandiri dan menjanjikan setelah empat tahun uang yang diinvestasikan akan kembali penuh bahkan ada tambahan bonus," ungkap Wei Tak alias Atak kepada BATAMTODAY.COM, di Tanjunguban, Selasa (27/5/2025).

Dikatakan Atak, karena sebagai rekanan baik dengan pimpinan Bank Mandiri Tanjunguban saat itu, dirinya tidak berpikir panjang dan langsung menyetujuinya, sehingga tidak lama langsung setor uang sebesar USD 10.100 ke AXA Mandiri untuk kurun waktu satu tahunnya. Dimana saat itu, uang dengan mata uang Dolar USA langsung dari rekening milik Atak ke AXA Mandiri.

Hal tersebut berlanjut hingga tahun ke empat atau uang yang disetor hingga USD 40.400, sesuai waktu dan batas yang dijanjikan untuk kurun waktu empat tahun, bahwa uang yang diinvrstasikan bisa ditarik kembali serta ada tambahan bonusnya.

"Celakanya, setelah empat tahun atau masuk tahun kelima, saat uang yang diinvestasikan akan dicaikan, ternyata uang sebesar USD 40.400 tersebut pun sudah tidak utuh tinggal aekitar USD 36.000, jangankan bertambah seperti yang dijanjikan ada.bonusnya. ini justru saya merasa sudah tertipu," ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan, saat awal setor awal sebesar USD 10.100, beberapa hari kemudian baru terbit buku polis asuransi. Sebaliknya informasi berkurangnya uang yang diinvestasikan diketahui dari notifikasi pemberitahuan melalui email, saldo menjelang 4 tahun Februari 2025 tinggal sebesar USD 36.000 dari yang seharus USD 40.400 dan itu tidak termasuk bonus seperti yang dijanjikan.

"Dengan ada permaslahan ini, saya sudah koordinasi dengan JS yang menawarkan serta menjanjikan pada 2021 lalu. Namun justru terkesan tarik ulur,hingga dihubungkan dengan Ibu Febi infonya meneger AXA Mandiri Batam. Dimana sempat menjanjikan akan datang ke Tanjunguban beberapa kali, namun hal tersebut belum pernah ditunaikannya," tambahnya.

Selanjutnya, kembali kordinasi dengan JS, hingga muncul nama Megayanti meneger Axa Mandiri Jona II Batam, yang meminta untuk mengisi form untuk diajukan ke pusat. Dimana sempat dihubungi pusat Axa Mandiri meminta klarifikasi atau penjelasan, yang akan dijadikan untuk bahan diinvestigasi.

"Pada Jumat 23 Mei 2025 lalu, Axa Mandiri pusat menghubungi langsung, dan menginformasikan yang intinya pihak AXA Mandiri tidak bisa mengembalikan uang secara penuh. Ini tentunya sangat mengecewakan dan jelas kita merasa dirugikan. Terlepas apa pun alasan, karena tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan diawal," pungkasnya.

Wei Tak berharap, agar pihak AXA Mandiri pusat, bisa mengembalikan uang yang sudah disetor atau diinvestasikan, sesuai dengan yang dijanjikan kepada dirinya. Karena, bagaimana pun sejauh ini, sebagian besar jelas masih percaya kepada pihak Bank Mandiri. Sebaliknya, pihak-pihak yang berkompeten, terutama terkait diperbankan bisa melakukan investigasi, apa yang sebenarnya terjadi dengan pada AXA Mandiri.

"Kalau seperti ini, bukan tidak mungkin saya bukan menjadi korban untuk pertama kalinya. Dengan harapan tentunya, jangan sampai merugikan nasabah lebih banyak lagi. Dengan terlalu gampangnya mengatakan uang tidak bisa kembali penuh, bukan tidak mungkin sebelumnya sudah ada yang mengalami hal serupa," imbuhnya.

Editor: Yudha