Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hamburger al Tartufo Jadi Burger Termahal di Dunia
Oleh : dd/dtf
Rabu | 14-11-2012 | 17:00 WIB

CALIFORNIA, batamtoday - Jamur white truffle biasa dipakai dalam aneka hidangan. Tapi, bagaimana dengan hamburger yang hampir seluruh elemennya memakai white truffle serti Burger al Tartufo ini? Burger ini berhasil meraih predikat hamburger termahal di dunia. 


Jika hidangan ini terlihat biasa, jangan tertipu. Karena satu hamburger ini harganya sekitar Rp 4.807.000. Hamburger mewah ini berasal dari Restoran Oliverio di Hotel Avalon, Beverly Hills, California. 

Hamburger al Tartufo diciptakan untuk merayakan musim jamur white truffle. Hamburger ini terdiri dari daging hamburger yang terbuat dari 400 gram daging sapi Kobe yang disiram dengan white truffle bercampur keju. Diatasnya, diberikan lagi 70 gram jamur white truffle yang diserut. 

Truffle sendiri dikelompokan kedalam spesies jamur yang ditemukan dibawah tanah. Salah satu jenis yang paling langka adalah White Truffle yang hanya tersedia dalam jangka waktu beberapa bulan dalam setahun. White truffle banyak ditemukan di area Langhe dan Montferrat di wilayah Piedmont, Italia Selatan.

Jamur ini umumnya berbentuk oval seperti kentang dan mempunyai warna luar putih kekuningan. Jenis truffle termahal ini juga mempunyai aroma khas bawang putih dan lada.

Karena harga burger al Tartufo ini sangat mahal, restoran mengharuskan para pelanggan yang ingin membeli untuk memesan dan membayar terlebih dahulu 2 hari sebelumnya. Harga burger yang mencapai Rp 4. 807.000 ini secara langsung menggeser posisi hamburger termahal sebelumnya. 

Sebelumnya, yang menduduki posisi burger termahal di dunia adalah Le Burger Extravagant  dari restoran Serendipity 3. Burger tersebut memadukan white dan black truffle, caviar, dan keju berumur 18 bulan. Yang menjadi sentuhan terakhirnya adalah tusuk gigi emas murni dan berlian bentuk Fleur de Lis. 

Le Burger Extravagant dihargai $295 atau sekitar Rp 2,8 juta. Alasan mengapa hamburger ini mahal karena hasil penjualan didonasikan ke the Bowery Mission, sebuah tempat penampungan orang tunawisma di New York. Sementara restoran Oliverio menyatakan pada Huffington Post (14/11/2012) bahwa burger yang mereka ciptakan sangat mahal dikarenakan bahan yang dipakai sangat jarang dan hanya keluar di musim tertentu.