Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rezeki Bulan Ramadan 1445 Hijriah (Bagian-3)

Mendapat Layanan Terbaik di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura
Oleh : Redaksi
Kamis | 28-03-2024 | 08:20 WIB
AQUA-SAKIT-btd1.jpg Honda-Batam
Dr Aqua Dwipayana saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari Sentani Jayapura Papua. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

BATAMTODAY.COM, Jayapura - Awal pekan minggu keempat Maret 2024, Senin pagi (18/3/2024) sekitar pukul 07.30 WIT begitu keluar dari pesawat Batik Air ID 6180 di Bandara Sentani Jayapura, Papua, tiba-tiba saya sesak nafas. Langkah saya terhenti saat meninggalkan garbarata atau belalai gajah. Saya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari Sentani. Berikut bagian ketiga dari enam tulisan tentang kejadian itu.

Senin sore, begitu tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Jl. Jeruk Nipis, Wahno, Abepura, Kota Jayapura, Papua dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari Sentani, saya langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD). Sebelumnya para perawat di sana sudah mempersiapkan kedatangan saya.

Secara administrasi ada penyerahan dari pihak RSUD Yowari ke Rumah Sakit Bhayangkara. Termasuk diserahkan semua data tentang riwayat sakit saya.

Setelah berbagai peralatan dipasang ke tubuh saya, ini sesui prosedur di rumah sakit itu, ada dokter yang memeriksa kesehatan saya. Menanyakan keluhan saya.

"Alhamdulillah kondisi saya sudah sehat kembali. Tidak ada keluhan apa-apa. Kalau tadi pagi nafas saya sesak," ujar saya ke dokter itu.

Kemudian para perawat menginfokan bahwa selesai sholat tarawih dokter spesialis jantung, Kapten dr Ganda Wibowo, Sp.JP, FIHA akan datang untuk memeriksa kesehatan saya. Sambil menunggu, saya diminta istirahat.

Kondisi kesehatan saya yang membaik, membuat saya bisa istirahat. Bahkan saat menunggu dokter Ganda, saya sempat tertidur pulas. Lumayan sekitar 1 jam.

Komunikasi Dokter Ganda Bagus Sekali

Saya terbangun saat dokter Ganda datang. Dengan ramah dokter yang besar di Sumatera Utara itu menyapa saya dan menanyakan kondisi kesehatan saya, termasuk kalau ada keluhan.

Setelah itu saya dibawa ke ruang yang ada alat pemeriksa jantung. Dua perawat mendorong tempat tidur saya dari UGD ke ruangan itu.

Di ruangan tersebut dokter Ganda memeriksa saya, tanpa dibantu perawat. Sambil menjelaskan satu-persatu yang terkait sama jantung saya.

Dokter Ganda komunikasinya bagus sekali. Sebelumnya saya sudah pernah bicara sama banyak dokter, namun jarang menemukan dokter yang bicaranya sebagus dokter Ganda.

Dengan sabar dokter Ganda memeriksa saya. Disertai penjelasan yang sangat jelas dan runtut. Suami dari Melur Mutiawero itu sangat piawai menjelaskan bahasa medis ke orang awam seperti saya, sehingga mudah dimengerti.

Hebatnya sebagai pembanding, dokter Ganda mencontohnya denyut jantungnya. Sambil menunjukkan ke arah monitor. Saya jadi paham.

Setelah memeriksa sekitar 20 menit, saya dibawa kembali ke UGD. Namun sebelumnya saya memohon izin kepada dokter Ganda agar istirahatnya di kamar, bukan di ruang intensive care unit (ICU).

Ruang ICU merupakan ruangan khusus yang disediakan rumah sakit untuk merawat pasien dengan kondisi yang membutuhkan pengawasan ketat. Ruangan ini dilengkapi dengan peralatan medis khusus yang digunakan untuk menunjang proses pengobatan dan pemulihan pasien.

Alhamdulillah dokter Ganda mengabulkan permohonan saya. Mengizinkan dirawat di kamar, bukan di ruang ICU.

Cerita Andi Menarik

Saat saya di UGD menunggu persiapan kamar, Direktur Kepolisian Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Papua Kombes Pol Andi Anugrah dan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Jayapura Kompol dr Adhika Nur SpOT, FICS datang. Itu merupakan pertemuan kami yang pertama kalinya.

Saya lebih banyak menyimak cerita Andi yang semuanya menarik. Saya sangat tercerahkan dengan yang disampaikan pria asal Purworejo, Jawa Tengah itu.

Begitu menariknya semua cerita Andi termasuk pengalamannya sebagai penyelam profesional sehingga membuatnya sekeluarga selalu sehat, sehingga saya menyarankan Andi menulis buku. Dengan begitu banyak orang yang termotivasi setelah membaca bukunya.

Saya juga menyimak pengalaman dokter Adhika selama jadi dokter di Polri. Termasuk ketika memimpin Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Jayapura.

Mereka mengantarkan saya ke kamar VIP, Mambruk 12. Kami sempat melanjutkan ngobrol sebentar. Setelah itu keduanya pamit.

"Pak Aqua istirahat dulu. Bapak harus banyak istirahat. Selama Pak Aqua dirawat di rumah sakit ini, saya menugaskan dua anggota untuk menemani bapak," ujar Andi sebelum pamit.

Saya mendapatkan layanan terbaik dan sangat memuaskan di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.

Alhamdulillah.

Editor: Dardani