Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Buku SBY Soal 'Cawe-Cawe Jokowi' Viral Usai AHY Jadi Menteri Jokowi
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 23-02-2024 | 08:52 WIB
2302_buku-cawe-cawe)_0219219818.jpg Honda-Batam

PKP Developer

Buku curahan Hati SBY viral setelah AHY dilantik jadi Menteri ATR/BPN. (Foto: Disway.id)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Buku Merah yang ditulis Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjudul 'Pilpres 2024 & Cawe-cawe Presiden Jokowi' kembali ramai dan viral di media sosial (medsos) pasca pelantikan AHY sebagai Menteri ATR/BPN.

Buku karya SBY berjudul 'The President Can do No Wrong' yang diterbitkan Juni 2023 itu langsung direspons Partai Demokrat (PD).

Buku bersampul merah itu diketahui ditulis SBY untuk menanggapi masifnya manuver Istana yang mengganggu Partai Demokrat terutam soal dukungannya pada Pilpres 2024.

Namun, buku ini kembali viral setelah putra SBY yakni Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dilantik menjadi Menteri ATR/BPN oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu 21 Februari 2024.

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menanggapi buku 'Pilpres 2024 & Cawe-cawe Presiden Jokowi' yang viral itu. Balasan Andi Arief menohok, karena ia menilai masyarakat hanya membaca judul tanpa membacanya secara lengkap.

"Kenapa viral lagi? Ya, karena salah satu kebiasaan orang Indonesia sejak zaman informasi cepat adalah hanya membaca judul buku," kata Andi Arief kepada wartawan, Kamis 22 Februari 2024.

"Jadi sering keliru dan berburuk sangka," imbuhnya.

Menurut Andi, banyak yang salah kaprah soal buku yang ditulis SBY sehingga dikaitkan dengan dilantiknya AHY menjadi Menteri di Kabinet Jokowi. Andi menilai, masyarakat terkesan seolah-olah menjadi revolusioner dari sebuah postingan yang ada di media sosial.

"Jaman sosial media ini banyak orang merasa posting sesuatu adalah cara berjuang atau menjadi revolusioner. Memang berat, tanpa teori perubahan dan tanpa perjuangan revolusioner tak akan ada perjuangan perubahan dan revolusioner. Cuma gertak tipis-tipis," kata Andi.

Sebagai informasi, SBY meluncurkan buku 'Pilpres 2024 & Cawe-cawe Presiden Jokowi' pada Juni 2023. Buku ini berisi sebagai tanggapan SBY terhadap situasi politik nasional dan ditujukan kepada kader Demokrat.

Buku SBY bersampul merah itu pertama kali dicetak saat gonjang-ganjing pembegalan Partai Demokrat yang diduga dilakukan kubu Moeldoko lewat Demokrat versi KLB Deli Serdang.

Cover depan buku tersebut yakni tulisan 'Pilpres 2024 & Cawe-cawe Presiden Jokowi, The President Can Do No Wrong'.

"Beliau menulis artikel bagi jajaran kepemimpinan dan kader Partai Demokrat di seluruh Tanah Air agar mereka memahami dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan akan dinamika politik nasional saat ini," kata staf pribadi SBY, Ossy Dermawan, Juni 2023 lalu.

Buku SBY itu kemudian dikomentari oleh Presiden Jokowi. Pada tahun lalu, Jokowi mengatakan tak perlu khawatir soal cawe-cawe dalam Pemilu 2024.

"Saya kira sudah berulang kali saya sampaikan bahwa penyelenggara pemilihan umum itu adalah KPU," kata Jokowi mengawali pernyataannya kala itu di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin 3 Juli 2023.

Jokowi menyebut bahwa pemerintah hanya memberikan dukungan utamanya dari sisi keamanan maupun distribusi logistik kepada KPU terkait pelaksanaan Pilpres 2024.

Jokowi meminta agar seluruh pihak dan elit politik tak perlu khawatir perihal dirinya yang akan cawe-cawe dalam pemilihan presiden selanjutnya. Hal itu dipastikan karena Jokowi kerap mewanti wanti agar TNI, Polri, dan PNS bersikap netral.

"Dan yang paling penting yang juga sudah sering saya sampaikan netralitas TNI, Polri, PNS kita, birokrasi kita betul-betul harus kita jaga dan agar tetap netral. Jadi nggak usah nggak ada kekhawatiran mengenai itu," kata Jokowi.

Sumber: Disway
Editor: Dardani