Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tak Dengarkan Aspirasi, Mahasiswa Lempari Anggota DPRD Jateng dengan Sempak
Oleh : Redaksi
Selasa | 13-02-2024 | 08:20 WIB
1302_sempak-sempak-03923987.jpg Honda-Batam
Sempak-sempak (celana dalam) yang dilempar para peserta aksi ke dalam Halaman Kantor DPRD Jateng. (Foto: Solopos.com/Adhik Kurniawan)

BATAMTODAY.COM, Semarang - Ratusan mahasiswa yang hadir di aksi unjuk rasa pemakzulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan celana dalam atau sempak kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Senin (12/2/2024) siang. Pemberiaan celana dalam itu lantaran anggota dewan dinilai enggan mewakili aspirasi rakyat.

Pantauan media ini, massa aksi sepakat untuk tidak masuk ke area halaman Kantor DPRD Jateng seusai melakukan bakar ban sekitar pukul 15.15 WIB. Sebagai gantinya, perwakilan anggota dewan dari Komisi D, yakni Danie Budi Tjahyono atau Paman Bete, keluar untuk menemui para pengunjuk rasa.

Dalam pertemuan itu, peserta aksi meminta anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu untuk membacakan surat pernyataan pemakzulan Jokowi sekaligus mencoret banner bergambar wajah Presiden RI. Namun, permintaan tersebut enggan dilakukan oleh perwakilan anggota DPRD Jateng tersebut.

Penolakan itu lah yang membuat peserta aksi mengeluarkan sempak untuk kemudian diberikan kepada Paman Bete. Sempak tersebut sebagai simbol bahwa Presiden dan wakil rakyat sama-sama tidak punya malu.

"Ini artinya bapak [anggota DPRD Jateng] juga mendukung Jokowi. Mari kita kasih sempak untuk DPRD sebagai bentuk kekecewaan karena tak mendengarkan suara rakyat," seru salah seorang kordinator aksi, Senin.

Para peserta aksi lainya pun kemudian melempari aparat dan perwakilan anggota dewan yang sudah masuk kembali ke halaman Kantor DPRD Jateng dengan sempak. Selama melempar itu, ratusan pengunjuk rasa kompak meneriakan kata tak punya malu. "Sempak ini menandakan kemaluan. Sebutan DPRD Jateng hari ini adalah sempak," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi dengan tuntutan utama pemakzulan Jokowi oleh ratusan mahasiswa ini berjalan cukup panas. Kawat berduri yang sebelumnya bertujuan untuk barikade pengamanan pun telah disingkirkan oleh para peserta aksi.

Bahkan terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan polisi karena massa mahasiswa terus mamaksa merangsek ke halaman kantor DPRD Jateng. Hal ini pun membuat aparat kepolisian menyiagakan Dalmas dan polisi anti huru-hara untuk mengantisipasi jebolnya gerbang Gedung wakil rakyat itu.

Sumber: Solopos.com
Editor: Dardani