Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Awali Tahun Baru, Sequis Ajak Masyarakat Realisasikan Resolusi Sehat
Oleh : Redaksi
Jumat | 05-01-2024 | 09:08 WIB
0501_sekuis-awal-tahun_02192398238.jpg Honda-Batam

PKP Developer

Mengawali tahun baru, Sequis mengajak masyarakat realisasikan resolusi sehat. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Tahun 2023 kita akhiri dengan membuat resolusi. Setelah kita memasuki tahun 2024 maka saatnya kita realisasikan resolusi tersebut. Apa resolusi kesehatan Anda? Ada yang ingin menurunkan berat badan, meningkatkan massa otot, menurunkan gula darah dan kolesterol.

Head of Department Underwriting Sequis, dr Fridolin Seto Pandu, mengajak masyarakat tidak menunda menjalankan resolusi sehat karena datangnya sakit tidak dapat ditebak. Saat tubuh masih bugar dan sehat harus dikelola dengan baik.

"Selagi masih awal tahun, tekadkan diri Anda menjalankan gaya hidup sehat sejak bangun pagi. Banyaklah bergerak meski Anda adalah karyawan kantor yang sibuk. Jangan lupa perhatikan asupan agar terhindar dari berbagai penyakit degeneratif, yakni penyakit kronis yang dapat terjadi karena menurunnya fungsi organ atau jaringan," sebut dr Fridolin dalam keterangannya, Jumat (5/1/2024).

Berikut tips kesehatan sederhana dari Head of Department Underwriting Sequis dokter Fridolin Seto Pandu untuk membantu masyarakat memulai perjalanan kesehatan pada tahun ini:

  • Konsumsi Makanan dengan Gizi Seimbang

Makanan enak sangat mudah dicari, banyak referensi yang dapat ditemukan di media sosial. Sekadar melihat gambar atau videonya saja suda membuat kita tergiur. Ada juga yang menjadikan makan sebagai hobi. Nah, jika sehat adalah resolusi Anda tahun ini, perlu bertekad mengatur pola makan dan memilih jenis asupan.

Dr. Fridolin mengajak masyarakat memiliki pengetahuan mengenai makanan sehat dari sumber yang tepat. Jika gaya hidup sehat menjadi kebiasaan banyak keluarga Indonesia, niscaya dapat mendukung upaya pemerintah mendeteksi dan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit degeneratif.

"Makanan dapat membantu kita mendapatkan energi agar dapat beraktivitas, membantu menjaga imunitas, dan sumber pertumbuhan otak dan tinggi badan anak. Tetapi, makanan juga dapat menjadi sumber penyakit jika tidak higienis, dikonsumsi berlebihan, dan tidak mengandung nilai gizi esensial bagi tubuh, serta berlebihan mengonsumsi makanan olahan," sebut dr. Fridolin.

  • Tingkatkan Aktivitas Fisik

Melakukan aktivitas fisik hingga berolahraga rutin haruslah menjadi kebiasaan. Seringkali sibuk dan pekerjaan dijadikan alasan menunda olahraga. Mulai saja dengan sering bergerak, berjalan kaki, dan naik turun tangga. Saat libur tiba, sebaiknya jadikan olahraga sebagai kegiatan rutin.

"Mulailah beraktivitas dan berolahraga ringan dengan intensitas rendah sekitar 30 menit per hari (150 menit per minggu), lalu tingkatkan menjadi intensitas sedang. Bagi yang sudah terbiasa olahraga dan kondisi badan dalam keadaan bugar tidak menjadi masalah jika ingin meningkatkan olahraga dengan intensitas berat," sebut dr.Fridolin.

Dr. Fridolin juga mengingatkan mengenai pentingnya memperhatikan kesehatan otot. Dapat dilakukan dengan latihan kekuatan otot. Latihan ini banyak manfaatnya, seperti menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan diabetes, meningkatkan kepadatan tulang, dan menurunkan lemak tubuh.

  • Manajemen Stres

Stres perlu dikelola karena dapat berdampak negatif pada kesehatan jiwa dan fisik. Salah satu gaya hidup sehat adalah melakukan manajemen stres, yakni menjalankan serangkaian program dengan teknik khusus, seperti meditasi, yoga, atau olahraga relaksasi. Kegiatan ini cukup efektif mengatasi stres.

"Stres dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Saat kekebalan tubuh menurun akan mudah terserang penyakit. Kita perlu mengetahui tubuh kita sendiri agar dapat menghindari hingga mengelola stres. Libatkan anggota keluarga sebagai sistem pendukung agar saat ada tekanan dari luar, tidak sampai mengganggu emosi dan mental serta terhindar dari depresi," sebut dr Fridolin.

  • Rutin Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan rutin sangat dianjurkan untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini dan memungkinkan penanganan medis lebih cepat.

Kesehatan kita dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti genetik, usia, riwayat penyakit, dan gaya hidup. Itu sebabnya, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan setidaknya setahun sekali atau sesuai saran dokter untuk mendeteksi tanda awal masalah kesehatan.

Dalam rangka menjaga kesehatan, Dr. Fridolin menyarankan agar keluarga Indonesia melengkapi setiap anggota keluarganya dengan asuransi kesehatan agar jika hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan tanda atau gejala tidak normal yang mengharuskan dilakukannya pemeriksaan yang lebih intensif hingga harus mendapatkan rawat inap maka dapat mengandalkan asuransi kesehatan.

Masyarakat yang sudah memiliki asuransi kesehatan tidak perlu lagi merasa khawatir soal biaya medis karena dapat mengandalkan polis asuransi kesehatannya karena perusahaan asuransi sebagaimana Sequis sebagai salah satu perusahaan asuransi di Indonesia yang berizin dan diawasi oleh OJK akan membayar biaya pengobatan Tertanggung sesuai ketentuan polis. Dengan demikian, finansial dari pemegang polis asuransi dapat terjaga dari kemungkinan biaya besar yang harus dikeluarkan untuk biaya medis.

Jika finansial terjaga maka lebih besar kesempatan menjalankan resolusi dan meraih hari esok yang lebih baik. Untuk itu, tidak hanya diri kita saja, mari kita dorong anggota keluarga yang lain agar melengkapi diri dengan asuransi kesehatan untuk meminimalisir dan mengantisipasi dampak finansial dari berbagai risiko biaya kesehatan.

Editor: Gokli