Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Teater Bangsawan Batam Tampil di Johor Bahru
Oleh : hz/dd
Selasa | 11-09-2012 | 17:06 WIB

BATAM, batamtoday - Peristiwa yang dianggap sakral dan masih sangat populer dalam sejarah kebudayaan Melayu Kepri, Indonesia dan Johor Bahru, Malaysia yakni cerita Sultan Mahmod Mangkat di Julang akan dipentaskan di Pulai, Danga, Johor Bahru, Malaysia pada Sabtu (15/9/2012) mendatang, yang menarik kisah legendaris ini akan  dimainkan oleh teater Batam Bisa Production, Indonesia.


Dalam catatan sejarah, Laksamana Megat Seri Rama alias Laksamana Bintan menikam sultannya sendiri Sultan Mahmod, saat baginda hendak shalat jumat. Hal ini dikarena Sultan membelah perut isterinya Dang Anom yang sedang hamil 9 bulan lantaran memakan seulas nangka sultan.

Sebelum menghembuskan nafas terkahirnya Sultan bersumpah orang Bintan akan muntah darah jika memijak tanah Kota Tinggi Johor selama tujuh keturunan. Seketika itu juga Laksamana Megat Seri Rama memuntahkan darah dan mati di tempat.

Menurut cerita masyarakat Kota Tinggi dan Johor, sumpah itu masih berlaku sampai saat ini sebab banyak ditemui kejadian muntah darah apabila ada orang asli keturunan Bentan (Kabupaten Bintan, Kepri) memasuki Kota Tinggi Johor.

Rencana tampilnya tim teater Batam Bisa Production (BBP) di Johor Bahru, Malaysia ini tak lepas dari pementasan cerita “Sultan Mahmod Mangkat Dijulang” yang dimainkan pada Pentas Bulan Mengambang (PBM) ke-5 di Kampung Tua Dapur 12, dimana salah satu penontonnya adalah Muhammad Yunus Bin Haji Malek, Ketua UMNO Cawangan Danga, Johor, sekaligus Biro Kebudayaaan DUN (DPRD, Kempas, Johor) yang kemudian berinisitif untuk mengundang Batam Bisa Production untuk tampil di Malaysia.

"Usai menonton pertunjukan kami itu, dengan rasa tertarik, dia langsung datang menemui pengurus Batam Bisa Production dan meminta kami agar bersedia melakukan pertunjukan di Johor Bahru, Malaysia," ujar Said Dahlawi, pengurus Batam Bisa Production kepada batamtoday, Selasa (11/9/2012).

Mendapatkan tawaran tersebut, lanjut Said, para pemain dan kru dari BPP merasa terkejut sekaligus senang dengan undangan ini, sebab dapat tampil di tanah dimana tragedi itu terjadi.

"Selama ini, meskipun kejadian tersebut terjadi di Johor, namun tak pernah ada teater di sana yang mengangkat tentang cerita itu," terang Said.

Said menambahkan, selain bisa menambah jam terbang para pemain dan kru Batam Bisa Production dalam pertunjukan budaya di luar negeri, sekaligus mempererat hubungan antar negara serumpun, Indonesia dan Malaysia.

"Ini adalah penampilan perdana kami di luar negeri dan membawa membawa misi kebudayaan, namun keberangkatan kami ini tak mendapatkan dukungan pemerintah baik Pemko Batam maupun Pemprov Kepri," jelasnya.

Walaupun tanpa dukungan pemerintah, tim teater bangsawan akan tetap tampil di Johor Bahru, Malaysia dengan menggunakan dana sendiri. Jika tak ada halangan hari Jumat (14/9/2012) mendatang akan berangkat bersama 40 artis dan kru Batam Bisa Production.

"Meski tanpa dukungan pemerintah, kami tetap akan tampil di sana dan membawa misi kebudayaan. The show must go on," pungkas Said.