Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Diduga Dianiaya Teman Sekamar, Santri di Sagulung Luka Lebam di Sekujur Tubuh
Oleh : Irwan Hirzal
Jumat | 18-11-2022 | 16:15 WIB
santri-luka1.jpg Honda-Batam

PKP Developer

Luba lebam disekujur tubuh santri diduga akibat dianiaya teman sekamarnya. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Seorang santri berinisial R (13) warga Tanjung Riau, Sekupang, ditemukan dalam keadaan penuh luka lebam di sekujur tubuhnya. Diduga R mengalami penganiayaan dan pengeroyokan oleh teman santri lainnya.

Peristiwa itu terkuak saat orang tua korban berinisial VM mendatangai anaknya yang tengah mondok di pondok pesantren di Kampung Tua Sagulung, pada Sabtu (12/11/2022) pukul 09.00 WIB. Orang tua kaget melihat tubuh anaknya itu penuh luka lebam.

"Saya kaget anak saya penuh luka dan tidak ada laporan dari pengurus pondok ke orang tua. Padahal saya sudah bayar mahal," kata VM di Batuaji.

Anak laki-laki kelas VIII penuh lebam di wajah sebelah kiri, luka gores di bagian punggung, luka lebam dibagaikan dada, luka lebam dan luka gores dibagian lengan kanan dan kiri. Kemudian luka lebam di paha sebelah kanan, luka lebam dibagian kaki sebelah kiri dan kanan, serta rusuk terasa sakit ketika mengangkat tangan.

"Pihak pondok mengaku tidak mengetahui apa yang dialami anak saya. Ini yang sangat saya sesalkan. Padahal kejadian ini terjadi 3 hari sebelum saya mengantar perlengkapan sekolah. Sekarang anak saya trauma," jelasnya.

Dia menduga pondok pesantren menutup-nutupi kasus yang menimpa anaknya. Pasalnya, anaknya mengaku tidak belajar di pondok selama kurang lebih 3 hari.

"Masak tidak ada pengecekan oleh pengurus pondok anak saya ini sakit karena apa? Jangan-jangan hanya disuruh tidur di sana," sebutnya menduga.

Dia merasa kecewa atas peristiwa yang menimpa anaknya itu. Sebab anaknya itu disekolahkan di pondok pesantren dengan harapan bisa membanggakan kedua orang tuanya di masa yang akan datang.

"Saya bayar mahal Rp 900 ribu setiap bulan untuk biaya pendidikan di pondok. Tapi pulang-pulang ko penuh luka lebam," katanya.

Peristiwa penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke Polsek Sagulung pada Senin (14/11/2022).

Batamtoday mencoba mendatangi pondok pesantren tersebut. Pihak pondok enggan berkomentar terkait kejadian tersebut.

"Saya harus konfirmasi terlebih dahulu ke pimpinan pondok. Untuk sekarang belum bisa klarifikasi," jelas salah satu pengurus ditemui pada Jumat (18/11/2022).

Editor: Yudha