Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Membaca Kepuasan Masyarakat Indonesia Terhadap Kinerja Jokowi
Oleh : Opini
Sabtu | 16-07-2022 | 09:36 WIB
A-JOKOWI-G-20_jpg2412.jpg Honda-Batam
Presiden Joko Widodo. (Foto: Ist)

Oleh Abdul Karim

KEPUASAN masyarakat terhadap Presiden Jokowi meningkat. Hal tersebut didasarkan pada hasil survei Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia yang menyatakan kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi mengalami peningkatan sebesar 67,5 persen.

Presiden Jokowi adalah presiden yang dicintai rakyat dan kepuasan terhadap beliau terus meningkat. Presiden Jokowi juga memikirkan kebutuhan rakyat dan responsif terhadap apa yang diperlukan masyarakat. Selain itu, penanganan pandemi Covid-19 yang cekatan juga dipuji oleh seluruh rakyat.

 

Tahun 2022 ini, sudah 7 tahun Jokowi menjadi presiden. Di masa kepemimpinan beliau yang kedua banyak sekali progress yang dirasakan oleh masyarakat seperti pembangunan berbagai infrastruktur.

Selain itu, Indonesia juga meraih prestasi dengan dipercaya menjadi penyelenggara acara-acara internasional seperti Asian Games tahun 2018 dan KTT G20 tahun 2022.

Kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi juga terus meningkat. Hasil survei dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menyatakan bahwa kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi meningkat jadi 67,5%. Alasan utama masyarakat puas terhadap Presiden Jokowi adalah pemerintah memberikan bantuan kepada rakyat kecil, membangun infrastruktur, orangnya merakyat dan baik.

Emrus Sihombing, Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan menyatakan bahwa amat wajar masyarakat merasa puas terhadap Presiden Jokowi karena beliau responsif membantu masyarakat, misalnya ketika harga minyak goreng naik maka bergegas menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng. Beliau mengerti kebutuhan masyarakat sehingga cepat memberikan bantuan langsung.

Bantuan yang diberikan kepada rakyat juga tidak hanya BLT minyak goreng, tetapi juga bermacam-macam bansos lainnya. Ketika awal pandemi maka diberi bansos berupa sembako dan akhirnya diganti dengan uang karena lebih praktis dalam pemberiannya (ke berbagai daerah). Di sisi lain, jika bantuan berupa sembako, bisa saja diakali oleh oknum calon pejabat yang menempelkan stiker di bungkus bansos dan jadi kampanye ilegal.

Uang bansos juga diberikan langsung ke rekening untuk mencegah permainan oknum yang akan mengemplangnya. Presiden Jokowi memikirkan cara untuk menolong rakyat yang kesusahan di masa pandemi dan menjauhkan mereka dari oknum-oknum yang jahat. Dengan transfer maka bansos dijamin aman dan bisa dimanfaatkan untuk belanja.

Jika masyarakat memegang uang bansos maka memang disengaja oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Mereka malah disuruh belanja agar roda perekonomian Indonesia kembali lancar. Presiden Jokowi memikirkan cara ini agar terjadi efek domino positif, rakyat tertolong dan finansial negara juga terselamatkan.

Bansos juga diberikan ke pengusaha UMKM dan mereka memang perlu diberi bantuan. Penyebabnya karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Jika pengusaha kecil dan menengah tetap maju dan diberi tambahan modal oleh pemerintahan Presiden Jokowi, maka perekonomian di negeri ini akan makin dinamis, walau masih masa pandemi.

Cara mengatasi dampak pandemi ala Presiden Jokowi juga dipuji masyarakat karena tak hanya memberi bansos. Namun juga dengan menerapkan program-program yang baik untuk masa depan. Contohnya ketika awal pandemi, bulan Maret tahun 2020 lalu. Indonesia tidak di-lockdown seperti negara-negara lain dan hal ini berefek ke perekonomian, karena jika lockdown total maka perekonomian otomatis lumpuh.

Presiden Jokowi berpikiran jauh ke depan dan tak hanya memutuskan Indonesia tanpa lockdown. Beliau juga dengan cepat memesan vaksin Sinovac begitu vaksinnya sudah diproduksi massal. Vaksin juga terbukti halal MUI dan memiliki nomor BPOM sehingga masyarakat tidak takut saat disuntik. Presiden Jokowi juga jadi WNI pertama yang disuntik vaksin Sinovac untuk membuktikan keamanannya.

Vaksin juga digratiskan sehingga membantu rakyat kecil yang kondisi perekonomiannya agak oleng saat pandemi. Padahal di negara lain ada yang dipatok dengan ratusan ribu rupiah sekali suntik. Namun pemberian vaksin gratis merupakan bentuk bantuan dan perhatian dari Presiden Jokowi.

Emrus melanjutkan, dengan memberikan bantuan langsung maka Presiden Jokowi tetap berada di tengah masyarakat kecil. Selain itu, dengan pembangunan infrastruktur maka akan ada konektivitas antar daerah. Dalam artian, BLT dan infrastruktur sama-sama berguna bagi rakyat kecil, sehingga wajar jika masyarakat terus mencintai Presiden Jokowi.

Selama pandemi, pembangunan infrastruktur tidak berhenti dan proyek pemulihan ekonomi nasional terus dikebut. Penyebabnya karena dengan infrastruktur yang baik maka akan berdampak baik pula ke perekonomian di masa depan. Jika jalan raya berfungsi baik maka pengantaran barang jadi makin cepat dan perekonomian makin dinamis.

Hasil dari pembangunan infrastruktur terbukti ketika banyak investor asing tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Mereka mensyaratkan jalan dan infrastruktur yang baik sebelum menanamkan modalnya.

Oleh karena itu rakyat merasa bahwa infrastruktur tak hanya berguna bagi rakyat di masa kini tetapi juga di masa depan, karena banyaknya investasi berarti sebuah kemajuan bagi negeri.

Ketika kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi meningkat maka amat wajar karena rakyat memang sejak dulu mencintai beliau. Presiden Jokowi memiliki berbagai program yang memajukan Indonesia dan memakmurkan rakyat. Selain itu, dalam mengatasi pandemi Covid-19, beliau juga cekatan, cepat, dan jitu sehingga efeknya tidak terlalu terasa.*

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute Jakarta