Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sales Rokok Tewas Bersimbah Darah
Oleh : Gokli/Dodo
Kamis | 19-07-2012 | 12:00 WIB
korban-sp-plaza-1.gif Honda-Batam
Korban Muhammad Syahril di rumah duka  

BATAM, batamtoday - Muhammad Syahril (28), warga Perumahan Pondok Permata Blok E/25, tewas bersimbah darah setelah ditusuk dua orang pria --yang diduga dikenalnya, di kawasan Sentosa Plaza, Kamis (19/7/2012) sekitar pukul 21.00 WIB.


Informasi yang dihimpun batamtoday, pria beranak satu ini belanja bersama istrinya ke lokasi SP Plaza, Rabu (18/7/2012) sekitar pukul 21.00 WIB. Tepatnya di samping Warnet Hoben, dia dihabisi dua orang pria dengan benda tajam. Akibatnya, korban mengalami enam tusukan di bagian dada dan punggung.

Rustam, abang kandung korban, di rumah duka menuturkan, setelah mendapat informasi dari istri korban yang namanya tak disebut, dia dan beberapa warga langsung menyusul ke lokasi. Namun, tiba di lokasi Syahril ditemukan sudah tergeletak di kerumuni banyak orang.

"Saya dan beberapa warga langsung ke lokasi kejadian setelah dikabari istrinya korban. Di lokasi, Syahril kami temukan sudah tergeletak, lantas kami larikan ke RSUD Embung Fatimah," paparnya.

Namun korban tak tertolong lagi, Kamis (19/7/2012) subuh Syahril akhirnya menghembuskan napas terakhir. Jenazah korban setelah dimandikan dan disemayamkan di rumah duka, selanjutnya akan dikebumikan di Pemakaman Umum Seitemiang.

Kapolsek Sagulung, AKP Eddy Buce yang ditemui di rumah duka mengatakan, peristiwa pembunuhan berdarah itu mereka dapat informasi sekitar pukul 21.00 WIB. Dari hasil olah TKP, motif pembunuhan diduga karena unsur dendam.

"Semendara, kita menduka motifnya karena unsur dendam berdasarkan luka tusukan yang sangat banyak di tubuh korban," katanya.

Ditambahkannya, untuk mengungkap kasus ini pihaknya sudah membentuk tim khusus dari Polsek Sagulung yang beranggotakan lima orang. Sampai dengan saat ini, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pelaku yang melakukan pembunuhan.

"Jumlah pelaku belum kita pastikan, tapi identitasnya sudah kita ketahui. Saat ini masih dalam tahap pengejaran," ujar Eddy Buce di rumah duka.