Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wali Kota Akomodir Penambahan Kuota

Hampir Semua SMP Negeri di Batam Minta Penambahan Kuota, Kadisdik: Kita Alihkan ke Sekolah Terdekat
Oleh : Irwan Hirzal
Rabu | 08-07-2020 | 14:20 WIB
download7.jpg Honda-Batam
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan. (Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Memengah Akhir (SMA) di Kota Batam telah usai. Namun, masih banyak orang tua murid yang resah lantaran anaknya tidak masuk sekolah yang diinginkan sesuai jalur zonasi atau terdekat dari rumah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, mengakui masih ada permasalahan dalam penerimaan siswa baru tahun ini, baik SD maupun SMP.

"SD sekarang tidak jadi masalah. Yang bermasalah saat ini PPDB SMP. Saya klarifikasi dulu terkait zonasi memang ada siswa yang tidak masuk ke sekolah tujuan. Karena setelah diseleksi melalui sistem siswa tersebut di luar rangking," ujar Hendri, saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Terkait keluhan orangtua atau wali calon murid tersebut, Hendri mengaku sudah melaporkan kepada Walikota Batam Muhammad Rudi guna melakukan penambahan daya tampung siswa.

"Pak Wali tadi sudah turun ke SMP 4 Bengkong. Kebijakan Pak Wali, apabila memungkinkan melalukan penambahan daya tampung silahkan diakomodir," ujarnya.

Hendri mengaku, hampir semua sekolah SMP Negeri di Batam mengajukan penambahan kuota untuk mengakomodir siswa sesuai zonasi. Meskipun demikian pihaknya meminta calon siswa dan kepala sekolah yang bersangkutan untuk duduk bersama mencari solusi terbaik.

Hendri mencontohkan, SMP 20 Tiban Koperasi masih kekurangan siswa, sementara PPDB di SMP 3 Sekupang membludak. Ia berharap selain bisa menambah kuota, siswa yang tidak diterima bisa diaklihkan ke sekolah terdekat.

"Para orang tua yang memilih sekolah terdekat dengan rumah, karena sekolah tersebut tidak mencukupi daya tampung kami harap mengalah sedikit, yang penting anaknya sekolah di negeri," tutup Hendri.

Editor: Chandra