Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sidang Kasus Pembunuhan Putri Mega Umboh

Mindo Sebut Dirinya Telah Difitnah dengan Keji
Oleh : Roni Ginting/Dodo
Senin | 14-05-2012 | 13:00 WIB

BATAM, batamtoday - Mindo Tampubolon dalam pledoy pribadinya di Pengadilan Negeri Batam, Senin (14/5/2012) mengatakan bahwa dia jadi korban fitnah yang sangat keji. Dia mengaku sangat berat menerima kenyataan tersebut dan batinnya menjerit.

Mindo mengatakan bahwa tuduhan telah membunuh istrinya sendiri sangat keji. Sebuah proses yang teramat panjang dan sangat menyakitkan baginya yang sebelumnya sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya  akan mengalami hal-hal seperti ini.

"Hal-hal yang terjadi sama sekali di luar dugaan saya, dan terasa amat menyakitkan, karena apa yang saya alami ini semata-mata merupakan fitnah keji, apalagi yang dilakukan oleh rekan-rekan saya sendiri sesama penegak hukum," ungkap Mindo di persidangan. 

Dia juga menyebutkan bahwa proses persidangan, untuk tuduhan tindak pidana yang sama sekali tidak pernah diduga, apalagi untuk melakukannya. Tuduhan melakukan tindak pidana pembunuhan, dan tragisnya lagi, pembunuhan terhadap istri sendiri. Akan tetapi, sesakit dan seberat apapun perasaannya serta keluarganya, dirinya yakin akan ada sebuah keadilan.

"Saya tetap berkeyakinan bahwa keadilan pasti akan saya terima di dalam persidangan yang mulia ini. Oleh sebab itu, saya tetap berpendirian untuk mengampuni mereka yang telah menuduh saya dan menempatkan saya sekarang duduk sebagai terdakwa di dalam persidangan ini," kata Mindo.

Lalu dia mengatakan tidak sedikitpun ada firasat bahwa pada Jumat, 24 Juni 2011 merupakan hari terakhir dia melihat keceriaan wajah istrinya yang sangat disayangi yang sudah terjalin selama tiga tahun. Semuanya sirna seketika dengan kepergian istri saya untuk selama-lamanya, karena telah dibunuh dengan cara yang teramat kejam.

 

"Semoga persidangan yang terhormat disini dapat melihat dan turut merasakan betapa beratnya kekejian beruntun yang ditimpakan dan harus saya terima," ujar Mindo.

Mindo meratap atas segala kejadian yang menimpa dirinya dan keluarganya.

"Kenapa saya diperlakukan seperti ini Tuhan. Saya baru saja kehilangan istri saya. Kemudian saya dituduh sebagai pembunuh istri saya sendiri. Sekarang, saya ditahan. Apa rencanaMu kepadaku ya Tuhanku? Mengapa begitu berat cobaan yang Kau timpakan kepadaku? Namun saya tetap percaya, bahwa Tuhan itu adil. Kalaupun diijinkanNya saya mengalami hal-hal yang tidak adil, saya percaya Tuhan yang adil itu akan mengembalikan keadilan yang berlipat ganda kepada saya, dalam hal ini melalui Majelis Hakim," ungkap Mindo sambil menangis sedih, meneteskan air mata.