PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Curah Hujan Menipis, BP Batam Imbau Warga Hemat Air Sepanjang Februari 2020
Oleh : Irwan Hirzal
Jumat | 07-02-2020 | 17:40 WIB
curah-hujan.jpg honda-batam
(Ki-ka) Dendi Gustinandar (Direktur Promosi dan Humas BP Batam), I Wayan Mustika (Kepala Stamet Meteorologi BMKG Hang Nadim), Hadjad Widagdo (Manager Air Baku Direktorat Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam). (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memperediksi pada Febuari akan mengalami curah hujan yang cukup rendah sepanjang tahun 2020.

Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Kota Batam, I Wayan Mustika dalam keterangan resminya tentang cuaca dan curah hujan di Kota Batam tahun 2020, di Marketing Centre BP Batam, Jumat (07/02/2020).

"Berbicara cuaca, Febuari curah hujan terpengaruh oleh angin. Saat ini angin itu sangat kuat bertiup dari Utara sehingga uap air yang ada di atas Kepualaun Riau akan terbawa. Sehingga curah hujan banyak terjadi di daerah Jawa dan Barat Daya Sumatra," ujar Wayan.

Wayan berharap, pada Maret 2020 angin dari Utara sudah melemah kemudian dari Selatan sudah mulai mengarah ke Utara. Sehingga harapanya di Kepri terjadi pertemuan angin yang bisa memunculkan hujan.

"Kesimpulanya pada Febuari, curah hujanya masih sedikit dan harapnya curah hujan dapat intes terjadi pada bulan Maret," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Hadjad Widagdo selaku Manager Air Baku Direktorat Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam berharap masyarakat untuk bisa memanfaatkan air sebaik mungkin.

"Warning untuk kita semua, karena di Batam pemakaian air itu sangat boros yaitu perorang 200 liter/hari. Sebenarnya kuota maksimum perorang itu 160 liter/hari. Di bulan Febuari ini dengan curah hujan kategori terendah 50 sampai 100 milimeter tentunya bisa dibilang kondisi terburuk dari curah hujan. Sehingga perlu kita sampaikan kepada masyarakat untuk berhemat dalam menggunakan air," kata Hadjad.

Penyediaan air di bulan Febuari menjadi titik kritis, hingga sama-sama maklumi kondisi air di waduk mengalami penurunan kembali karena curah hujan yang tidak ada jagu sangat kecil.

"Batam curah hujanya relatif sangat bagus 2400 mm per tahun, itu suatu jumlah curah hujan yang cukup tinggi sama seperti Kota Bogor. Tetapi Febuari harus hemat air karena waduk kita cenderung tidak terisi karena curah hujan dari 50 sampai 100 mm," terangnya.

Saat ini, Dam Duriangkang yang menyuplai air hampir 70 persen wilayah Batam mengalami penyusutan dua meter lebih. Meskipun demikian masih ada backup Dam Seiharapan, Nongsa Seiladi dan Mukakuning.

"Tetapi tentunya kita tetap harus berusaha mengadakan penghematan air," pungkasnya.

Editor: Gokli