Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Siswa Program Vokasi Pemerintah Dipastikan Langsung Kerja
Oleh : Redaksi
Kamis | 23-01-2020 | 08:04 WIB
20200123_kemenperin-1.jpg Honda-Batam
Kepala Bidang Pengembangan SDM Kemenperin, Eko SA Cahyanto. (Agrofarm.co.id)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan siswa program pendidikan vokasi yang dilaksanakan pemerintah akan langsung diterima bekerja, karena telah dibekali kemampuan sesuai perusahaan tempat siswa itu melakukan pemagangan.

"Mereka yang diterima program vokasi di Petrokimia Gresik, otomatis ketika lulus langsung diterima di perusahaan ini," kata Kepala Bidang Pengembangan SDM Kemenperin, Eko SA Cahyanto di Kabupaten Gresik, Jatim, Selasa (21/1/2020).

Ia mengatakan, program vokasi diploma 1 yang berlangsung di Petrokimia Gresik adalah bagian dari program pemerintah untuk menciptakan SDM unggul sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam program ini, kata dia, siswa hasil perekrutan di sejumlah daerah tersebut tidak hanya dibekali kemampuan "hard competency" tetapi juga soft competency.

"Program ini berlangsung bersamaan di 12 provinsi dan 15 kabupaten/kota. Salah satunya di Kabupaten Gresik yang diselenggarakan Petrokimia sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pemerintah," katanya.

Sementara General Manager SDM Petrokimia Gresik, Nanang Teguh mengatakan, untuk peserta yang mengikuti program vokasi di perusahaannya total ada sebanyak 58 peserta, 34 di antaranya dari Jurusan Teknik Kimia Industri dan 24 orang dari Jurusan Pemasaran dan Logistik.

"Program ini bagi Petrokimia merupakan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi 273 SDM melalui Program Vokasi Diploma 1," katanya.

Pada periode 2017 hingga 2018, program ini diikuti 79 peserta Jurusan Teknik Kimia Industri, kemudian batch 1 tahun 2019 sebanyak 73 peserta Jurusan Teknik Kimia Industri, 39 peserta Jurusan Teknik Perawatan Mesin, dan 24 peserta Jurusan Pemasaran dan Logistik.

Metode pembelajaran, dibuat dengan konsep 33 persen penyampaian materi di kelas dan 67 persen praktik di lapangan.

"Dengan konsep ini, ilmu yang didapat peserta lebih applicable ketika nanti diterapkan di industri dan sesuai dengan konsep pendidikan vokasi yang bertujuan untuk menunjang penguasaan keahlian terapan tertentu," katanya.

Ia berharap, program ini akan menghasilkan output, yaitu link and match kurikulum dan bahan ajar di sekolah dengan dunia Industri.

"Untuk program tahun 2020 Petrokimia Gresik juga akan menjalankan program pengembangan SDM bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian," katanya.

Sumber: ANTARA
Editor: Yudha