PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Rem Blong
Oleh : Redaksi
Selasa | 03-12-2019 | 11:28 WIB
menginjak-rem1.jpg honda-batam
Ilustrasi menginjak rem mobil.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Istilah rem blong sudah tidak asing bagi pengguna kendaraan. Pengendara yang terjebak dalam situasi itu tentu akan merasa panik karena sistem rem mendadak tidak berfungsi memperlambat laju kendaraan.

Ada beberapa penyebab kenapa sistem rem tidak berfungsi.

Pertama, penyebab rem blong umum terjadi karena minyak rem habis sampai kanvas dan piston rem rusak. Piston atau kanvas rusak atau aus umumnya karena faktor usia. Untuk mencegah hal itu pemilik kendaraan harus rutin melakukan cek berkala setelah kendaraan menempuh jarak setidaknya 10 ribu km.

Faktor lain bisa karena tersumbatnya selang minyak rem. Biasanya, mobil penumpang memakai sistem pengereman dengan tekanan fluida dari minyak rem dalam mekanisme pengereman. Kondisi minyak rem dan selang minyak yang berukuran kecil sangat penting untuk selalu dicek.

Kedua, penyebab lainnya karena seal piston master aus. Komponen ini bermasalah karena faktor usia, kualitas minyak rem tidak bagus imbas kedaluwarsa atau terkontaminasi karena terlalu sering tutup tabung minyaknya dibuka.

Jadi disarankan menguras dan mengganti minyak rem setiap setiap enam bulan atau maksimal satu tahun sekali.

Lantas bagaimana ketika pengemudi terjebak dalam mobil yang bergerak namun sistem remnya blong.

Hal utama pengendara jangan panik. Jika ada indikasi rem blong segeralah tekan tombol hazard dan klakson supaya kendaraan sekitar tahu kalau mobil sedang bermasalah atau dalam keadaan darurat. Pada situasi itu coba injak rem dan rasakan.

Jika rem terasa lembut dan bisa sampai menginjak lantai mobil, kemungkinan penyebabnya kekurangan minyak rem, kerusakan fungsi master silinder atau ada masalah di bagian kaliper rem.

Solusinya, terus pompa rem (injak berulang pedal rem) untuk mengembalikan tekanan rem. Lakukan hal ini walaupun kendaraan sudah dilengkapi teknologi anti-lock breaking system (ABS).

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha