Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Ajak Pelaku Usaha Tangkap Peluang Kemaritiman di Selat Malaka
Oleh : Nando Sirait
Sabtu | 26-10-2019 | 11:52 WIB
diskusi-usaha-maritim1.jpg Honda-Batam
Acara silaturahmi Kepala BP Batam dengan pelaku usaha kemaritiman Kota Batam. (Foto: Nando)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar kegiatan silatuhrmi dengan pelaku usaha maritim, Kamis (24/10/2019) di Travelodge Hotel.

Kegitan tersebut dihadiri asosiasi Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Batam, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Batam, Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), dan Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI).

"BP Batam menginginkan rencana pengembangan pelabuhan nantinya mampu membesarkan bisnis yang ada dengan lebih sistematis, sehingga kita mampu menangkap peluang yang jauh lebih besar lagi," kata Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Shahril Japarin, Sabtu (26/10/2019).

Syahril menambahkan, dengan revitalisasi pelabuhan bongkar muat Batuampar yang akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Hal ini disinyalir dapat menangkap besarnya peluang kemaritiman di perairan Selat Malaka. Ia juga menginginkan pengembangan pelabuhan turut mengembangkan industri maritim di Batam.

Terkait keluhan, pria yang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Djakarta Lloyd di tahun 2011 tersebut mengatakan, dua di antaranya adalah mengenai kejelasan arah kebijakan kepelabuhanan BP Batam dan pelanggaran kode etik oleh karyawan BP Batam saat bekerja.

"Kami berterima kasih kepada rekan-rekan pelaku usaha maritim, karena penyimpangan di lapangan yang memang kita minta untuk dilaporkan untuk diperbaiki secara bertahap. Kami juga akan melakukan pembinaan, khusus kepada karyawan yang melanggar kode etik saat bekerja," paparnya.

Lebih lanjut, Shahril mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Batam mengenai tidak lanjut dari keluhan-keluhan tersebut.

"Kita inventarisir keluhan yang belum masuk ke dalam program BP Batam dan akan kita akomodir, sepanjang hal tersebut sejalan dengan program kita," jelasnya,

Adanya salah satu keluhan yang disampaikan dalam forum tersebut, masih berkisar mengenai mandeknya perkembangan investasi di industri maritim. Dan juga beberapa hambatan yang dialami oleh para pelaku industri.

"Hampir tiga tahun ini kami kesulitan. Industri kemaritiman mati dan peluang pekerjaan semakin berkurang. Namun kami tetap semangat dan percaya Batam mampu menjadi kota maritim yang andal," ujar Ketua DPC INSA Kota Batam, Osman Hasyim.

Menurut Osman, industri maritim adalah tulang punggung perekonomian Batam, ditilik dari letak geografis Batam yang menjadikan tempat berkumpulnya kapal-kapal dan menumbuhkan industri perkapalan.

"Ini yang harus kita kembangkan. Tidak ada alasan Batam tidak maju," ujarnya.

Osman berharap, diskusi ini dapat memberikan masukan yang baik untuk kedua belah pihak, dan dengan kehadiran pemimpin yang baru juga memberikan harapan baru bagi pelaku usaha kemaritiman.

Editor: Yudha