PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perbaikan Jembatan II Dompak Tunggu Hasil Pembahasan APBD Kepri 2020
Oleh : Redaksi
Kamis | 10-10-2019 | 11:28 WIB
2-dompak-2020.jpg honda-batam
Jembatan II Dompak di Kota Tanjungpinang. (Diskominfo Kepri)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Jembatan II Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang belum dapat dipastikan apakah diperbaiki secara menyeluruh pada tahun 2020 atau tidak.

Anggota DPRD Kepri, Suryani mengatakan, anggaran tahun 2020 belum dibahas sehingga tidak diketahui apakah anggaran untuk perbaikan Jembatan II dimasukkan atau tidak. "Kalau DPRD Kepri menginginkan Jembatan II segera diperbaiki, karena dibutuhkan," ujarnya, seperti dikutip situs resmi Diskominfo Kepri.

Sampai saat ini, akses jembatan yang menyatukan Pulau Dompak dengan daratan Kota Tanjungpinang tersebut dibuka secara terbatas. Pemerintah hanya mengijinkan kendaraan roda dua melewati jembatan tersebut, namun tidak konvoi.

Hal itu disebabkan tiang pondasi jembatan mengalami kerusakan. Sebanyak 250 tiang pondasi dalam kondisi memprihatinkan. Sementara Pemprov Kepri tidak memiliki anggaran perawatan yang mencukupi untuk memperbaiki jembatan itu.

Anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jembatan itu, menurut dia cukup besar. "Kerusakan jembatan itu dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa. Ini harus mendapat perhatian khusus lantaran jembatan itu dibutuhkan pemerintah dan masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kepri, Hendrija, mengatakan, anggaran yang diajukan pada pembahasan anggaran perubahan mencapai belasan miliar rupiah untuk memperbaiki jembatan tersebut, namun yang disetujui tidak mencapai 50 persen.

"Anggaran itu digunakan untuk kajian seluruh jembatan di Pulau Dompak, yang dapat dipergunakan untuk mengambil kebijakan pada tahun mendatang," ujarnya.

Berdasarkan hasil kajian Tim ahli dari Direkrorat Jenderal (Dirjen) Binamarga Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, jumlah tiang pondasi yang keropos sekitar 200 tiang, sementara yang mengalami korosi mencapai 50 tiang.

"Untuk kendaraan roda dua sudah diizinkan melintasi jembatan itu, namun tidak boleh konvoi," katanya.

Editor: Gokli