PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bamsoet Berbagi Cerita Sukses, Mulai dari Wartawan, Pengusaha Hingga Jadi Ketua DPR
Oleh : Irawan
Minggu | 22-09-2019 | 09:04 WIB
gathering_bogor.jpg honda-batam
Ketua Wartawan Parlemen Romdony Setiawan memberikan plakat kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo di Bogor

BATAMTODAY.COM, Bogor - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menceriterakan beberapa pengalamannya ketika masih berprofesi sebagai seorang wartawan, saat membuka Forum Komunikasi dan Sosialisasi Program Kerja (FKSPK) DPR RI 2019 yang mengangkat tema 'Sinergi DPR RI dan Wartawan Parlemen dalam Menyukseskan Parlemen Modern'.

"Memang tidak mudah menjadi wartawan. Untuk mencari sebuah referensi, terkadang kita mesti pergi ke perpustakaan atau membuka kliping-kliping. Berbeda dengan zaman sekarang yang bisa bisa copy paste tanpa perlu mengetik berulang-ulang lagi," ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, di hadapan 100 wartawan berbagai media yang tergabung dalam Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019).

Selain dihadiri 100 wartawan, turut hadir Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, Deputi Persidangan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Damayanti, Kepala Bagian Media Cetak dan Media Sosial DPR RI Muhammad Djazuli, serta sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Setjen dan BK DPR RI.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu mengatakan, setiap orang sudah ada jalan takdirnya dan garis tangannya. "Makanya saya tidak pernah memiliki ambisi yang berapi dan meledak-ledak, karena saya yakin Allah sudah mempunyai rencana bagi kita," ujar Bamsoet.

Bamsoet menyatakan, wartawan jangan pernah mengecewakan narasumber. "Karena suatu saat kita akan butuh dia, bukan hanya dalam kepentingan pemberitaan, tapi kepentingan yang lain," tuturnya sembari menekankan agar seorang wartawan harus terus membina hubungan baik dengan para narasumber.

Menurutnya, cara berhubungan dengan narasumber tidak hanya ketika ada kepentingan wawancara, tetapi bisa dilakukan dengan cara sederhana, seperti say hello.

"Mudah-mudahan apa yang sudah kita jalani bersama dapat memberikan manfaat bagi kita bersama, dan hubungan silaturahmi kita tidak putus sampai di sini," harap legislator dapil Jawa Tengah VII itu dan mengisahkan suka dukanya menjadi wartawan hingga 4 kali pernah gagal menjadi seorang legislator.

Bamsoet menambahkan, hampir setiap hari dirinya bersosialisasi dengan rakyat melalui peran wartawan menuliskan banyak masalah melalui rilis.

"Saya tidak berpikir lagi tulisan dimuat atau tidak di media. Tujuan saya hanya menyampaikan hasil pemikiran saya dalam menuntaskan pekerjaan saya. Toh ada juga yang muat," ungkap Politisi Senior Golkar ini.

Dilain pihak Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menjelaskan peran wartawan dalam mensosialisasikan kegiatan dan hasil kerja anggota dewan sangatlah penting.

Oleh karenanya, membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara Pimpinan dan Anggota Dewan serta Kesetjenan DPR RI dengan wartawan, khususnya Koordiantoriat Wartawan Parlemen harus selalu terjaga.

"Wartawan itu fungsinya menginfokan kegiatan di Parlemen. Jadi saya kira sinergi antara wartawan itu harus diperkuat dan dijaga. Seperti yang disampaikan Ketua DPR bahwa output kerja DPR harus sampai ke masyarakat," ujar Indra.

Saat ini kata Indra, Ia dan seluruh jajaran Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI sangat membutuhkan kerjasama semua pihak termasuk wartawan.

Karena kata Indra lagi, pihaknya saat ini sedang fokus dalam meningkatkan akses pengetahuan masyarakat kepada sidang-sidang di seluruh Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR RI, meskipun hal itu sudah dilakukan melalui aplikasi DPR Now!.

Ia tetap berupaya membangun sistem, agar masyarakat juga bisa mengetahui terkait laporan singkat (lapsing) dan kesimpulan rapat secara tertulis dan real time.

"Sistem sedang dibuat. Agar lapsing dan risalah semuanya juga bisa diakses masyarakat," tandasnya.

Untuk periode mendatang, Indra memastikan bahwa Kesetjenan dan BK DPR RI akan tetap semangat dalam mendorong terwujudnya Parlemen Modern, meskipun setengah dari total Anggota DPR RI periode 2014-2019 tidak akan menjabat lagi.

Indra juga mengungkapkan, peralihan masa jabatan ini tidak mengganggu upaya-upaya mewujudkan peran modern.

"Anggota dewan ke depan hampir setengahnya baru. Tentu kami berharap ada semangat untuk mendorong tewujudnya fokusi DPR, yakni anggaran, pengawasan dan legislasi. Dalam mewujudkan Parlemen Modern inilah, kami juga butuh bantuan teman-teman wartawan," pungkasnya.

Editor: Surya